Jalur Transmisi Listrik China-Laos Terhubung Penuh
KUNMING (ANTARA) - Jalur transmisi proyek interkoneksi listrik 500 kilovolt (kV) antara China dan Laos telah berhasil terhubung secara fisik setelah penyambungan konduktor di perbatasan Mohan, Provinsi Yunnan, China, dan Boten, Laos, pada Kamis, 5 Februari. Dengan pencapaian ini, jalur transmisi di kedua negara kini sepenuhnya terhubung.
Total panjang jalur interkoneksi listrik ini mencapai 177,5 kilometer, dengan 145 kilometer berada di sisi China dan 32,5 kilometer di Laos. Proyek ini merupakan hasil investasi dan pembangunan oleh China Southern Power Grid dan perusahaan jaringan transmisi nasional Laos.
Setelah mulai beroperasi, proyek ini diharapkan akan memiliki kapasitas transmisi listrik dua arah sebesar 1,5 juta kilowatt, serta mampu menyalurkan sekitar 3 miliar kilowatt-jam (kWh) energi bersih per tahun. Proyek ini menyediakan koridor hijau yang efisien untuk interkoneksi ketenagalistrikan dan penyaluran energi bersih di kawasan Lancang-Mekong.
Selama proses konstruksi, tim proyek menerapkan teknologi canggih dan inovatif, termasuk metode kolaborasi menggunakan helikopter dan drone berukuran besar untuk transportasi material lebih dari 5.000 ton. Selain itu, peralatan pintar seperti pemindaian LiDAR, survei udara drone, dan mesin penarikan-penegangan terintegrasi berbasis visual diperkenalkan, yang meningkatkan efisiensi konstruksi serta keselamatan kerja.
Dalam upaya melindungi lingkungan ekologi dan keanekaragaman hayati sepanjang jalur transmisi, tim konstruksi juga menerapkan langkah-langkah pengendalian yang terperinci. Melalui optimasi konstruksi dan rute, panjang jalur berhasil dikurangi hingga 6 kilometer, mengurangi jumlah jalur kabel gantung sebanyak 15 unit, dan memangkas luas lahan sementara lebih dari 80.000 meter persegi. Volume penebangan pohon berkurang hingga lebih dari 83 persen, dengan lebih dari 30.000 pohon berhasil dipertahankan, serta gangguan konstruksi terhadap kawasan konservasi alam berkurang lebih dari 90 persen.
Proyek interkoneksi jaringan listrik 500 kV China-Laos ini merupakan pencapaian penting dalam memperdalam kerja sama antara kedua negara dan mendukung pembangunan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra. Proyek ini juga memperluas konektivitas fisik dari sektor transportasi ke sektor energi, mendukung interkoneksi infrastruktur regional, serta mendorong optimalisasi struktur energi dan pembangunan yang bersih.




