Istana Gyeongbok Ditutup Akibat Konser BTS Gratis di Seoul
Sumber Foto: Liputan6.com
Hiburan

Istana Gyeongbok Ditutup Akibat Konser BTS Gratis di Seoul

Kanal News Day - Liputan6.com, Jakarta - Konser BTS gratis yang akan berlangsung pada 21 Maret 2026 di Lapangan Gwanghwamun di pusat Seoul, Korea Selatan, mendesak objek wisata di sekitarnya ditutup. Tak terkecuali dengan Istana Gyeongbok, istana kerajaan utama Dinasti Joseon selama periode 1392--1910.

Menurut Pusat Istana dan Makam Layanan Warisan Korea, istana yang terletak sekitar 230 meter dari Lapangan Gwanghwamun akan tetap ditutup selama konser yang berlangsung pada Sabtu. Padahal, tempat itu biasanya dibuka pada akhir pekan dan ditutup setiap Selasa.

Konser BTS yang menandai kembalinya grup beranggotakan tujuh orang tersebut akan disiarkan di Netflix secara langsung di sekitar 190 negara. Sehari sebelumnya, yakni 20 Maret 2026, BTS akan merilis album penuh kelima mereka, Arirang, menandai comeback grup penuh pertama mereka dalam tiga tahun sembilan bulan.

Beberapa fasilitas di dekat Lapangan Gwanghwamun telah memutuskan untuk tutup atau sedang mempertimbangkan penutupan karena polisi memperkirakan hingga 260.000 orang dapat berkumpul untuk konser tersebut. Museum Nasional Sejarah Kontemporer Korea akan tutup pada 21 Maret 2026, sementara Pusat Seni Pertunjukan Sejong telah membatalkan atau menjadwal ulang beberapa pertunjukan, termasuk musikal, drama, dan balet.

Museum Istana Nasional Korea juga sedang mempertimbangkan apakah akan tutup pada hari itu. Konser tersebut diperkirakan akan berlangsung sekitar satu jam, kata HYBE, dengan menyebutkan lokasi Lapangan Gwanghwamun di salah satu area tersibuk di Seoul.

"Perusahaan menetapkan durasi konser untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional," kata HYBE, dikutip dari Korea Times, Minggu (1/3/2026).

Bikin Calon Pengantin Ketar-ketir

HYBE menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan operasional panggung, keselamatan penonton, dan pengendalian di lokasi untuk pertunjukan luar ruangan di ruang publik daripada tempat konvensional.

"Mengingat banyaknya penonton yang diperkirakan hadir di acara tersebut, kami juga mempertimbangkan transportasi umum pasca-konser dan meminimalkan kebisingan larut malam bagi masyarakat sekitar," tambahnya.

Tidak semata museum dan pertunjukan teater yang terpengaruh konser gratis BTS. Acara pernikahan sejumlah pasangan di area itu juga terdampak. Melansir Korea Herald, bagi sebagian pasangan yang berencana menikah di pusat kota Seoul pada hari tersebut, peristiwa global ini menjadi sumber kecemasan.

Dengan sisa waktu kurang dari sebulan, beberapa calon pengantin mengatakan, mereka bahkan mempertimbangkan perubahan signifikan pada rencana pernikahan mereka. Ini bahkan termasuk memindahkan tanggal atau tempat resepsi mereka.

Song, yang dijadwalkan akan menggelar upacara pernikahannya di sebuah gedung pernikahan dekat Stasiun Seodaemun—hanya satu pemberhentian kereta bawah tanah dari Gwanghwamun Square—mengatakan bahwa ia baru-baru ini mempertimbangkan untuk mengubah rencana pernikahannya.

Berdampak hingga ke Busan

"Lalu lintas di sekitar Gwanghwamun selalu kacau pada akhir pekan karena demonstrasi. Saya sudah merasa tidak enak tentang itu, dan sekarang ada konser BTS? Jujur saja, saya tidak tahu mengapa ini harus terjadi pada hari pernikahan saya," kata Song pada media tersebut.

Euforianya tidak berhenti di Seoul, karena RM dkk juga akan menyelenggarakan tur dunia mereka, dengan Busan sebagai salah satu perhentiannya. Ini, sebagaimana di ibu kota Korea Selatan, juga membuat para calon pengantin pusing tujuh keliling.

Melansir Korea JoongAng Daily, Minggu, 22 Februari 2026, Park Sae Mi (nama samaran) memesan tempat pernikahannya Juli lalu dengan kekasihnya. Meski pasangan ini tinggal di dekat Seoul, mereka memutuskan menyelenggarakan pesta pernikahan di Busan pada Juni 2026, tempat keluarga mempelai pria berada.

Calon Pengantin Mengalah

Semuanya berjalan lancar hingga datang pengumuman konser BTS di kota pesisir tersebut. "Keluarga, kerabat, dan teman-teman saya setidaknya perlu menginap satu malam untuk menghadiri pernikahan kami," kata Park. "Tapi bahkan hotel yang terletak jauh dari lokasi konser hampir tidak mungkin dipesan, dan pemesanan untuk kereta dan bus diperkirakan akan sama sulitnya."

Menghadapi kenyataan tersebut, ia akhirnya memutuskan mengubah tanggal pernikahannya. "Jika kami tetap melanjutkan dengan tanggal semula, bagaimana kami bisa berani mengundang kerabat dan teman-teman kami?" katanya. "Meminta mereka untuk berkendara dari Seoul ke Busan dan kembali dalam satu hari bukanlah pilihan."

Meski ia tidak mengalami kerugian finansial, keputusan tersebut membawa komplikasi lain bagi Park. Ia harus menjadwal ulang setiap janji temu terkait, mulai dari fitting hanbok hingga kunjungan ke toko gaun pengantin.