Investor Pasar Modal Bali Capai 15% dari Total Nasional di 2025
Sumber Foto: SWA.co.id
Ekonomi

Investor Pasar Modal Bali Capai 15% dari Total Nasional di 2025

Porsi investor pasar modal di Bali sebesar 15% dari jumlah total pasar modal sebanyak 20.364.208 di 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat jumlah investor di Pulau Dewata pada tahun lalu itu mencapai 359.262 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh sebesar 22,69% jika dibandingkan periode yang sama di 2024.

Pertumbuhan investor ini diikuti lonjakan nilai kepemilikan saham yang mencapai Rp7,69 triliun atau naik 47,39% di periode tersebut. "Kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu pada acara buka puasa bersama media, Senin (23/2/2026).

Aktivitas transaksi investor yang tecermin dari nilai transaksi saham investor di Bali sebesar Rp6,78 triliun, melonjak 72,49%. "Kinerja ini menunjukkan partisipasi investor ritel daerah semakin aktif di pasar modal," tambah Puji. Di luar pasar saham, kinerja sektor pembiayaan relatif moderat.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjabarkan jumlah investor pasar modal tercatat sebanyak 20.364.208 SID. Penambahan jumlah investor pasar modal di tahun lalu itu sebanyak 5.492.569 SID.

"Sedangkan, jumlah investor saham di Januari 2026 hampir menyentuh 9 juta SID, tepatnya 8.980.318 SID. Jumlah tersebut meningkat 367.958 SID dibandingkan akhir 2025 yang berada di level 8.612.360 SID, setelah sepanjang tahun 2025 bertambah sebanyak 2.230.916 SID," tutur Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyampaikan porsi investor institusi sekitar 15% hingga 20% dari jumlah total investor pasar modal di tahun lalu tersebut.

“Kami sedang berbicara dengan beberapa institusi dan kami berharap tahun ini institusi lokal kita bisa lebih banyak berperan,” jelas Irvan.

BEI masih belum berdiskusi lanjut dengan investor institusi dari lembaga dana pensiun (dapen) dan perusahaan asuransi. Meskipun begitu, BEI mengeklaim sudah berdiskusi dengan asosiasi dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia.

“Kami berharap Danantara bisa masuk ke pasar saham tahun ini... Sampai sekarang sepertinya [Danantara] belum, tapi mereka akan masuk market tahun ini,” lanjut Irvan.

Adapun, rencana Danantara Indonesia masuk ke pasar saham memiliki sejumlah peluang. Irvan menyebutkan, peluang pertama adalah melalui pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau IPO dari anak-anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang juga dinaungi Danantara Indonesia.

Kedua, Danantara Indonesia juga memiliki perusahaan manajemen aset melalui PT Danantara Asset Management (Persero). Selain mengelola surat utang milik negara atau obligasi, Irvan berharap Danantara Asset Management dapat mengelola portofolio saham. Namun, diskusi antara BEI dan Danantara Asset Management dilakukan pada akhir tahun 2025. (*)