Gubernur Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp2 Triliun untuk Infrastruktur Jabar
Kanal News Day - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp2 triliun untuk menyelamatkan proyek infrastruktur strategis di tengah defisit anggaran provinsi mencapai Rp3 triliun.
Awal Kejadian
Langkah pengajuan pinjaman ini dilakukan melalui skema kredit sindikasi yang melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank BJB. Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pinjaman tersebut bertujuan agar pembangunan tetap berlanjut tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam jangka panjang, dengan target pelunasan pada tahun 2030.
Perkembangan
Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pinjaman ini bukanlah cek kosong yang akan membebani generasi mendatang. Ia menjamin bahwa skema cicilan akan selesai pada tahun 2030 dan hanya berlaku selama masa kepemimpinannya, untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang mendesak. Ia menekankan bahwa dana tersebut akan diperoleh dari kredit sindikasi demi menjaga stabilitas likuiditas Bank BJB.
Respons
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat telah menerima dan menandatangani surat pernyataan resmi dari gubernur terkait rencana pinjaman ini. Wakil Ketua DPRD Jabar, MQ Iswara, menyatakan bahwa opsi pinjaman adalah langkah realistis jika pendapatan daerah tidak mencukupi kebutuhan kegiatan yang telah disepakati. Iswara juga menekankan bahwa surat tersebut menunjukkan komitmen Pemprov Jabar untuk mengikuti arahan Kementerian Dalam Negeri dalam penyusunan APBD 2026 di tengah tantangan likuiditas.
Kondisi Terakhir
Rencana pinjaman Rp2 triliun saat ini berada dalam tahap pernyataan komitmen resmi antara eksekutif dan legislatif, sebelum menuju realisasi teknis pencairan dana.




