Filipina: Pelonggaran Kebijakan Moneter oleh Bangko Sentral ng Pilipinas
Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) telah mengambil langkah untuk memangkas suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Keputusan ini diambil mengingat pemulihan ekonomi yang lebih lambat dari yang diperkirakan, serta penurunan kepercayaan dan penundaan dalam belanja pemerintah akibat ketidakpastian yang disebabkan oleh isu korupsi.
Dalam konteks ini, proyeksi pertumbuhan ekonomi resmi untuk tahun 2026 dan 2027 juga mengalami penyesuaian. Proyeksi pertumbuhan untuk 2026 diturunkan menjadi 4,6% dari sebelumnya 5,4%, sementara untuk 2027 menjadi 5,9% dari 6,3%.
Selain itu, proyeksi inflasi juga mengalami revisi, dengan angka untuk 2026 naik menjadi 3,6% dari 3,2% sebelumnya. Untuk tahun 2027, inflasi diperkirakan tetap mendekati 3%.
BSP memberikan panduan yang lebih hati-hati mengenai kebijakan moneter, menyiratkan kemungkinan pelonggaran lebih lanjut jika momentum pemulihan tetap lemah. DBS Group Research, yang mengamati perkembangan ini, masih memprediksi satu pemangkasan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin di masa mendatang.
Untuk mendukung kebijakan pelonggaran ini, BSP juga telah menurunkan rasio cadangan wajib pada berbagai instrumen yang diterbitkan oleh bank, yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas di sistem perbankan domestik.




