Fariz RM Rayakan Kebebasan dengan Konser Jazz Ramadan
Sumber Foto: Kompasiana.com
Hiburan

Fariz RM Rayakan Kebebasan dengan Konser Jazz Ramadan

Kanal News Day - Jakarta -- Musisi senior Fariz RM menggelar konser jazz Ramadan sekaligus acara syukuran usai dirinya resmi bebas dari lembaga pemasyarakatan pada 15 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Fariz turut didampingi kuasa hukumnya, Deolipa Yumara.

Fariz menjelaskan bahwa dirinya telah keluar dari lapas tepat pada 15 Februari 2026. "Saya sudah bebas sejak tanggal 15 Februari. Pastinya tanggal 16 sudah benar-benar kembali beraktivitas," ujarnya.

Konser yang digelar di bulan suci Ramadan itu awalnya dirancang sebagai acara syukuran sederhana. Namun, seiring waktu, sejumlah pihak ikut mendukung hingga akhirnya dikemas dalam konsep konser jazz Ramadan.

Menurut Fariz, acara tersebut juga menjadi momen berbagi dengan mengundang anak yatim untuk berdoa bersama dan berbuka puasa. "Intinya syukuran, kebetulan juga di bulan suci Ramadan. Insya Allah barokah, kami mengundang anak yatim untuk berdoa dan berbuka bersama," katanya.

Dalam kesempatan itu, Fariz juga menjelaskan mengenai manajemen barunya. Ia menyebut pengelolaan karya -karyanya kini berada di bawah PT Dipakrasi Gemilang, yang merupakan sister company Liberty Production. Perusahaan tersebut didirikan untuk mengelola aset karya-karyanya secara profesional dan kini dijalankan oleh anak-anak serta keluarganya.

"Saya tetap bermain musik, tapi tidak lagi mengelola hak profesionalisme saya. Semuanya sudah di-handle oleh manajemen," jelas Fariz.

Ia menegaskan mulai saat ini tidak lagi terlibat dalam urusan publisitas maupun pengelolaan aktivitas profesionalnya. "Saya ingin kembali menjadi manusia normal. Main musik saja, tidak memikirkan honor atau hal-hal lain. Seru-seruan saja," tuturnya.

Fariz, yang kini berusia 67 tahun, menegaskan bahwa musisi tidak mengenal kata pensiun. Namun, ia memilih untuk menjaga jarak dari urusan publik, termasuk media sosial dan penggunaan telepon genggam.

"Musisi tidak kenal pensiun. Saya tetap main musik, tapi tidak lagi bersentuhan dengan publik atau media sosial. Bahkan saya tidak lagi pakai handphone," ungkapnya.

Terkait proses kebebasannya, Fariz menyebut dirinya pulang sendiri tanpa penjemputan khusus. "Masuk sendiri, pulang sendiri," ujarnya singkat.