Dugaan Pungli di Jalur Pintas Kota Tua Jakarta Viral di Media Sosial
Sumber Foto: Kompas.com
Jalur Berita

Dugaan Pungli di Jalur Pintas Kota Tua Jakarta Viral di Media Sosial

Jakarta, KOMPAS.com - Sebuah video yang menunjukkan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengendara motor di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @jakarta.terkini dan menunjukkan kejadian yang diduga berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam rekaman, terlihat seorang pria mengenakan hoodie abu-abu dan kaos putih, serta seorang wanita berpakaian putih dan hitam yang mengenakan masker. Keduanya diduga membuka akses jalan dengan memanfaatkan barrier beton dan cone lalu lintas di lokasi.

Pria dalam video tampak memegang batang penghalang berwarna merah, sementara wanita tersebut berdiri di dekat celah barrier sambil memegang kotak uang yang diduga diterima dari pengendara. Mereka membuka jalur pintas bagi pengendara motor agar dapat melintas tanpa harus memutar jauh.

Beberapa pengendara terlihat berhenti sejenak dan diduga menyerahkan uang sebelum diizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Kepala Satpol PP Kecamatan Tamansari, Goodman Sidabutar, mengonfirmasi bahwa lokasi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu saat kondisi lalu lintas macet.

Pernyataan Resmi dari Satpol PP

"Jadi Pak Ogah yang viral di kawasan Kota Tua, memang mereka itu memanfaatkan situasi yang ada. Ketika jalanan macet, mereka buka MCB yang ada untuk kendaraan yang lewat, bisa lewat dari lintasan itu," ujar Goodman ketika dikonfirmasi.

Goodman menjelaskan bahwa jalur tersebut sebenarnya ditutup permanen, namun dapat dibuka secara situasional saat ada kegiatan tertentu. "Ya itu ditutup. Situasional sih. Ketika ada kegiatan-kegiatan kadang suka dibuka, tapi itu lebih banyak ditutup," tambahnya.

Dari video yang beredar, terlihat dua orang yang diduga terlibat dalam praktik tersebut. Goodman menambahkan bahwa praktik serupa biasanya muncul ketika kawasan ramai, terutama pada akhir pekan atau saat lalu lintas padat.

"Mereka manfaatkan ketika situasi lagi ramai hari libur atau situasi lagi macet. Mereka memanggil orang untuk lewat situ. Tapi memang salahnya, mereka meminta duit," kata Goodman menutup penjelasannya.