DPD Amdatara Bali-Nusa Tenggara Resmi Dihadirkan untuk Perkuat Industri AMDK
Kanal News Day - Ringkasan Berita:
DPD Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Bali –Nusa Tenggara resmi dikukuhkan untuk periode 2026–2031 di Denpasar.
Pengukuhan ini menjadi momentum konsolidasi pelaku industri AMDK guna memperkuat inovasi, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Amdaraea juga menegaskan sinergi dengan pemerintah daerah untuk menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan bertanggung jawab.
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR – Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Bali dan Nusa Tenggara kini memiliki struktur organisasi resmi yang lebih solid.
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Bali –Nusa Tenggara resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031.
Pengukuhan ini menjadi langkah strategis memperkuat koordinasi pelaku industri AMDK di tingkat regional, sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, standar mutu, dan aspek keberlanjutan lingkungan.
Ketua Umum DPP Amdatara, Karyanto Wibowo, menyebut pembentukan DPD sebagai momentum konsolidasi industri di tengah tantangan regulasi, isu perizinan air tanah, sertifikasi halal, hingga pengelolaan sampah plastik.
“Kolaborasi yang solid antar pelaku usaha sangat penting agar industri AMDK mampu berkontribusi terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Fokus Penguatan Regulasi dan Daya Saing
Pascapengukuhan, DPD Amdatara Bali –Nusa Tenggara memprioritaskan konsolidasi internal, sosialisasi visi organisasi, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Sejumlah isu krusial menjadi perhatian, antara lain: Standar Nasional Indonesia (SNI), perizinan dan pengelolaan air tanah, sertifikasi halal, distribusi dan transportasi, pengelolaan sampah plastik dan perlindungan lingkungan.
Ketua DPD Amdatara Bali –Nusa Tenggara, I Gusti Ngurah Warassutha Aryajasse, menegaskan bahwa keberadaan DPD bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan upaya membangun ekosistem industri yang sehat dan kompetitif.
“Keanggotaan dalam Amdatara membuka akses jejaring industri, berbagi praktik terbaik, serta memperkuat posisi pelaku usaha dalam menghadapi dinamika kebijakan,” katanya.
Ia menambahkan, arah pengembangan industri AMDK ke depan harus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Komitmen sinergi dengan pemerintah daerah juga terlihat melalui pelatihan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali dalam rangkaian pengukuhan.




