Dishub Salatiga Siapkan Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas Menjelang Mudik Lebaran 2026
SALATIGA, Lingkarjateng.id – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga melakukan pemetaan jalur rawan kecelakaan dan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan, terutama di jalur utama yang menghubungkan Exit Tol Salatiga dengan Terminal Tingkir.
Kepala Dishub Kota Salatiga, Guntur Junanto, menyatakan pentingnya pengaturan arus kendaraan sejak awal. "Distribusi arus kendaraan harus diatur sejak awal agar tidak terjadi penumpukan di jalur utama," ucapnya dalam pernyataan pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Jalur Alternatif
Dishub telah menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk kendaraan yang melintas dari Exit Tol Salatiga menuju Solo. Jalur alternatif ini meliputi:
- Jl. Suruh–Karanggede
- Jl. Tegalwaton
- Jl. Letjen Soemitro (Pacuan Kuda) hingga Pos Ojek Klero
Sementara itu, untuk kendaraan yang menuju pusat Kota Salatiga, jalur yang dapat dilalui adalah:
- Jl. Suruh–Karanggede
- Jl. Dadapayam
- Jl. Kaliagung
- Jl. Marditomo
- Jl. Tritis Sari
- Jl. Tirtoyoso
- Jl. Tanggulayu
- Jl. Dr. Muwardi hingga kawasan DKT Salatiga
Titik Rawat Kecelakaan
Dishub juga telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai oleh pemudik. Beberapa lokasi tersebut antara lain:
- Simpang 4 Kumpulrejo–JLS (Salib Putih)
- Jl. Sukarno-Hatta (Damatek–Timatek, Pamor)
- Jl. Fatmawati (Tikungan Dliko)
- Jl. Veteran (Tanjakan Rejosari)
- Jl. Osamaliki (Kalinongko hingga RSUD)
- JLS Turunan SPBU Ngemplak
- JLS Sumur Wali
- Jl. Soekarno-Hatta depan Lembu Lemu
Langkah Antisipasi
Sebagai tindakan pencegahan, Dishub akan berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait untuk melaksanakan operasi ramp check, guna memeriksa kelayakan kendaraan yang melintasi Jalur Lingkar Salatiga (JLS). Selain itu, pemangkasan vegetasi bersama Dinas Lingkungan Hidup akan dilakukan agar rambu lalu lintas tetap terlihat jelas, serta pemantauan sarana dan prasarana jalan.
"Patroli rutin juga akan kami tingkatkan di kawasan yang masuk kategori rawan kecelakaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali selama arus mudik maupun arus balik Lebaran nanti," tambah Guntur.
Rekayasa Lalu Lintas
Dishub juga menyiapkan opsi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) berupa pemberlakuan sistem contra flow atau satu arah, yang akan dikordinasikan dengan Satlantas. Pelaksanaan skema contra flow ini akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Dishub mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi rambu dan arahan petugas demi keselamatan bersama selama perjalanan mudik.




