Danantara Rencanakan Pembangunan Jalur Pemberhentian Darurat di Tanah Datar
Sumber Foto: ANTARA News
Jalur Berita

Danantara Rencanakan Pembangunan Jalur Pemberhentian Darurat di Tanah Datar

Padang – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melaksanakan peninjauan terhadap rel kereta api dan ruas jalan di kawasan Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Kamis lalu. Peninjauan ini bertujuan untuk mengecek lokasi yang direncanakan untuk pembangunan jalur pemberhentian darurat. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah meningkatnya kecelakaan lalu lintas di jalur nasional Padang-Padang Panjang-Bukittinggi.

Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), menyatakan bahwa pencegahan kecelakaan harus dimulai dengan kepatuhan pengendara terhadap standar keselamatan kendaraan, terutama bagi kendaraan berat seperti truk. Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan kelengkapan kendaraan sebelum beroperasi.

"Kecelakaan ini ingin kita minimalisasi. Pemerintah daerah telah meminta kepada seluruh truk untuk memperhatikan syarat-syarat kelengkapan kendaraannya. Pengendara diwajibkan untuk memeriksa rem dan komponen lainnya sebelum berkendara," ujar Dony.

Dia juga menambahkan bahwa langkah teknis di lapangan diperlukan sebagai bagian dari mitigasi risiko, salah satunya dengan membangun jalur penyelamatan atau pemberhentian darurat.

"Kita akan membangunkan jalur penyelamatan. Jalur pemberhentian darurat ini akan dibangun bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah daerah," tambahnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan bahwa balai nasional siap untuk membangun fasilitas penyelamatan darurat tersebut. Namun, ia meminta dukungan dari BP BUMN terkait masalah lahan yang dikuasai oleh KAI.

"Balai nasional akan membangun jalur penyelamatan darurat, namun kami minta bantuan BP BUMN karena lahan ini dikuasai KAI dan akan digunakan sebagai jalur pemberhentian darurat," kata Andre.

Andre juga menekankan bahwa teknis pembangunan akan dibahas lebih lanjut melalui rapat lintas instansi, dan menilai pembangunan jalur ini sangat mendesak mengingat tingkat kecelakaan di kawasan tersebut terus meningkat.

Kunjungan lapangan ini dihadiri juga oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta jajaran instansi terkait lainnya.