BPS Kabupaten Malang dan Universitas Ma Chung Luncurkan Pojok Statistik untuk Masyarakat
MALANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang berkolaborasi dengan Universitas Ma Chung untuk meluncurkan layanan Pojok Statistik. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memahami dan menerima data statistik yang sering dianggap rumit.
Data statistik, yang biasanya disajikan dalam bentuk angka, tabel, dan visualisasi lainnya, sering kali menimbulkan kesulitan bagi banyak orang. Namun, data tersebut merupakan aset penting yang melalui berbagai tahapan dalam pengumpulan dan pengolahannya.
Tujuan dan Manfaat Pojok Statistik
Pojok Statistik dirancang sebagai sarana untuk menyebarluaskan produk statistik yang dihasilkan oleh BPS di lingkungan Perguruan Tinggi. Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, SE., MM, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan media untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap data statistik.
“Penting untuk menyederhanakan penyampaian data melalui berbagai jalur, termasuk bidang akademik dan media. Hal ini bertujuan agar data dapat lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat, sehingga dapat digunakan sebagai dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan dan keberhasilan pembangunan,” ujar Erny.
Inovasi BPS
Erny juga menyampaikan bahwa BPS di seluruh Indonesia berupaya mengembangkan pojok statistik di berbagai daerah, dan Universitas Ma Chung telah dipilih sebagai lokasi untuk Pojok Statistik di Kabupaten Malang. Dalam upaya memberikan layanan yang lebih baik, BPS telah meluncurkan berbagai inovasi, termasuk DAMAS Kanjuruhan (Data Malang Strategis Kanjuruhan) yang dapat diakses melalui aplikasi di Play Store dan menyediakan data yang selalu terupdate.
Pendidikan dan Penggunaan Data yang Tepat
Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo, MS, MSc, menyatakan bahwa pembentukan Pojok Statistik sejalan dengan tujuan universitas untuk menyediakan pendidikan berkualitas. “Universitas Ma Chung selalu berusaha untuk mengarahkan seluruh sivitas akademikanya untuk menggunakan data dengan sumber yang resmi dan terpercaya, salah satunya adalah data yang diberikan oleh BPS,” kata Prof Yufra.




