Alternatif Jalur Mudik: Pantura dan Pansela Siap Menjadi Pilihan
Alternatif Jalur Mudik untuk Lebaran 2026
Jakarta (ANTARA) - Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menyatakan bahwa jalur arteri Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) di Jawa dapat menjadi alternatif jalur mudik untuk Lebaran tahun ini. Meskipun jalan tol menjadi pilihan utama, kepadatan yang ekstrem saat Lebaran seringkali tidak dapat dihindari.
Djoko menjelaskan bahwa pemudik memiliki alternatif menarik, yakni Jalur Pantura yang legendaris atau Jalur Pansela yang indah. Pada momen tertentu, jalur arteri ini dapat menawarkan durasi perjalanan yang lebih terukur dan bebas dari kemacetan panjang yang sering terjadi di jalan tol.
Pentingnya Kesiapan Jalur Arteri
Namun, Djoko mengingatkan perlunya kesiapan untuk mudik Lebaran 2026 di jalur arteri tersebut. Salah satu fokus perhatian adalah penanganan pasar tumpah yang masih menjadi gangguan terhadap kelancaran lalu lintas. Selain itu, perbaikan dan peningkatan fasilitas dasar, seperti penerangan jalan umum, juga sangat penting agar jalan-jalan arteri di jalur Pantura tidak gelap saat dilalui pemudik.
"Penerangan jalan umumnya harus ada. Bukan hanya jalan nasional, tetapi juga jalan kabupaten/kota harus dilengkapi," kata Djoko.
Peningkatan Pengawasan pada Titik Rawan
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memperkuat pengawasan di titik-titik rawan arus mudik Lebaran 2026. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan dan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Menteri Perhubungan menekankan pentingnya pengawasan pada titik-titik rawan yang berpotensi menyebabkan kepadatan atau gangguan keselamatan selama masa mudik dan balik Lebaran, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Prakiraan Pergerakan Masyarakat
Berdasarkan survei Angkutan Lebaran 2026, diperkirakan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran mencapai 143,91 juta orang, yang setara dengan sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Meskipun angka ini mengalami penurunan dibandingkan survei tahun sebelumnya, Menteri Perhubungan mengingatkan bahwa realisasi pergerakan berpotensi lebih tinggi.
Ia juga menyebutkan bahwa data berbasis Mobile Positioning Data (MPD) menunjukkan bahwa pada Lebaran 2025, realisasi pergerakan mencapai 154,62 juta orang. Ini menunjukkan bahwa potensi pergerakan pada tahun 2026 berpeluang lebih tinggi daripada angka survei.
Dominasi Mobil Pribadi
Selain itu, Menteri Perhubungan menyoroti dominasi penggunaan mobil pribadi dalam perjalanan mudik Lebaran, di mana sekitar 53 persen masyarakat memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi. Mayoritas pengguna mobil pribadi cenderung memilih jalur tol, terutama koridor Jakarta-Cikampek, yang dikenal sebagai titik kritis kepadatan setiap Lebaran.




