ABB Tawarkan Modernisasi Digital Bertahap untuk Perkuat Industri
Transformasi digital penting untuk perkuat industri
Red: Intan Pratiwi
Subholding PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) resmi bertransformasi menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva pada 13 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — ABB Ltd. memperkenalkan pendekatan transformasi digital industri yang dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu operasional. Melalui program Automation Extended dan peluncuran sistem kontrol terbaru ABB Ability™ System 800xA® 7.0, perusahaan teknologi elektrifikasi dan otomasi global ini menyiapkan jalur modernisasi yang stabil dan minim risiko bagi pelaku industri.
Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu perusahaan memperbarui distributed control system (DCS) sambil menjaga kesinambungan produksi. Industri tetap dapat memanfaatkan sistem yang telah terpasang, sekaligus mengadopsi teknologi baru seperti analitik tingkat lanjut, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) sesuai tingkat kesiapan masing-masing.
Saat ini sektor industri menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari volatilitas pasar, ancaman keamanan siber, hingga tuntutan regulasi dan perubahan dinamika tenaga kerja. Automation Extended dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut melalui inovasi yang dapat diterapkan cepat tanpa menghentikan proses produksi.
“Di berbagai industri yang kami layani—yang banyak di antaranya mengoperasikan infrastruktur berskala besar dan kompleks—pelaku industri membutuhkan modernisasi yang tidak mengganggu operasional. Automation Extended menghadirkan kapabilitas masa depan ke dalam sistem yang telah mereka kenal dan percaya, dengan keamanan dan interoperabilitas sebagai fondasi utama,” ujar President ABB Automation Business Area Peter Terwiesch dalam acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Operator tetap dapat memanfaatkan platform yang telah teruji seperti ABB Ability™ System 800xA®, ABB Ability™ Symphony® Plus, dan ABB Freelance. Modernisasi dilakukan melalui jalur terstruktur yang menjaga integritas sistem inti sekaligus membuka ruang peningkatan efisiensi, fleksibilitas, dan kinerja operasional.
Pendekatan ini menggunakan arsitektur separation of concerns yang memisahkan lingkungan kontrol dan lingkungan digital. Sistem kontrol utama tetap berjalan stabil dan presisi, sementara lapisan digital memungkinkan penerapan analitik real-time, edge intelligence, serta pemanfaatan AI dan machine learning untuk mendukung pengambilan keputusan tanpa memengaruhi operasi kritis.
Ekosistem otomasi dibangun dengan standar terbuka dan modular guna memastikan interoperabilitas dan skalabilitas di berbagai sektor, mulai dari pembangkitan listrik hingga minyak dan gas. Integrasi teknologi seperti Open Platform Communications Unified Architecture (OPC UA) dan arsitektur cloud-native juga memungkinkan deteksi anomali secara proaktif, pemantauan kondisi aset berkelanjutan, serta optimalisasi strategi pemeliharaan.
Sebagai bagian dari strategi modernisasi jangka panjang, perusahaan juga meluncurkan ABB Ability™ System 800xA® versi 7.0 dengan skema Long Term Support (LTS). Sistem ini menyediakan jalur peningkatan yang stabil untuk instalasi lama maupun proyek baru, dengan kompatibilitas luas terhadap sistem operasi terbaru serta dukungan virtualisasi yang lebih fleksibel.
“System 800xA 7.0 menandai langkah penting kami untuk menghadirkan inovasi dengan tetap menjaga kesinambungan. Versi ini memberikan platform yang tangguh saat ini dan membuka jalan menuju fungsionalitas Automation Extended, sehingga pelanggan dapat mengadopsi teknologi digital generasi berikutnya secara bertahap tanpa gangguan,” ujar Senior Vice President ABB Automation Technology Stefan Basenach.
Versi terbaru tersebut juga menghadirkan model pengiriman modular melalui Extension Packs, penguatan keamanan siber yang selaras dengan standar IEC 62443, serta peningkatan konektivitas dan interoperabilitas sistem. Langkah ini membantu pelaku industri menekan risiko operasional sekaligus menurunkan biaya siklus hidup teknologi.
Automation Extended dan System 800xA 7.0 dirancang untuk mempercepat transformasi menuju operasi industri yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Jalur modernisasi yang fleksibel memberi kepastian bagi perusahaan untuk berinovasi tanpa mengorbankan keandalan operasional serta kesiapan menuju sistem yang semakin otonom.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
Advertisement
transformasi digital
ekosistem digital
industri
Berita Terkait
News - 17 jam yang lalu
CEO NVIDIA Bicara Pekerjaan dan 4 Prinsip Sederhana Hadapi Revolusi AI
Ekonomi - 11 May 2026, 07:41
Satelit Nusantara Lima Kantongi Izin Operasi, Siap Jangkau Wilayah 3T
Ekonomi - 08 May 2026, 09:58
Rupiah Tertinggal dari Baht dan Ringgit, Pengamat Soroti Struktur Industri RI
Esgnow - 07 May 2026, 22:18
Pertamina Patra Niaga Buka Akses Lebih Luas Program Rekrutmen melalui Aplikasi MyPertamina
Ekonomi - 07 May 2026, 15:51
Nasabah Bank Jago Tembus 18,2 Juta, Tren Bank Digital Kian Menguat
News - 07 May 2026, 10:45
Kiamat Lulusan Jurusan Kuliah "Konvensional"? Dunia Kerja 2026 Hanya Butuh Talenta Digital
News - 06 May 2026, 12:24
Siap Perkuat Diagnosis Medis, Riset AI Deteksi Kanker Serviks Mahasiswa UNM Raih Hibah Nasional 2026
News - 06 May 2026, 11:36
Kuliah Teori Saja tak Cukup! UNM Dorong Pendidikan Digital untuk Hadapi Industri 5.0
Berita Lainnya
News - Rabu , 13 May 2026, 00:30 WIB
Polresta Tanjungpinang Bongkar Jaringan Operator Judi Online Kamboja
News - Rabu , 13 May 2026, 00:25 WIB
Oxford United Pertahankan Ole Romeny dan Marselino Ferdinan
News - Rabu , 13 May 2026, 00:15 WIB
Maraknya Begal di Jakarta Barat, Legislator DKI Desak Pemkot Lebih Peduli
News - Rabu , 13 May 2026, 00:05 WIB
Terbukti Korupsi Bersama-sama, Terdakwa Kasus Chromebook Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun Penjara
News - Rabu , 13 May 2026, 00:00 WIB
Fabio Lefundes Fokus Pertahankan Performa Borneo untuk Perebutan Juara




