Yovie Widianto: Inspirasi Industri Kreatif dan Digital di ITB
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Yovie Widianto menjadi momen berharga bagi sivitas akademika.
“Industri kreatif adalah penyumbang bagi perekonomian nasional. Di baliknya terdapat berbagai aspek teknologi yang mendukung. Kehadiran Pak Yovie diharapkan dapat menginspirasi lahirnya pelaku ekonomi kreatif dari ITB,” ujarnya.
Yovie Widianto memaparkan peran Bandung sebagai kota yang kondusif bagi pertumbuhan serta perkembangan seni dan kreativitas. Hal itu tidak terlepas dari perjalanan kariernya sejak awal memperkenalkan musik jazz di Indonesia, hingga meraih The Best Composition Award di Taipei pada usia 21 tahun. Meski karyanya kala itu kurang dikenal di tanah air, beliau tetap berkomitmen untuk terus berkarya.
“Awalnya karya saya dianggap terlalu rumit, namun dengan eksplorasi dan adaptasi, saya menemukan format melodi yang bisa diterima, tetap teknis, namun bernuansa Indonesia,” ujarnya.
Sebagai praktisi yang telah lebih dari empat dekade berkarya, beliau mengungkapkan pandangannya terhadap era digital yang penuh tantangan sekaligus peluang. Menurutnya, teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dapat membantu proses kreatif, tetapi tidak dapat menggantikan peran hati manusia.
Beliau pun berpesan kepada mahasiswa ITB untuk terus berani bermimpi, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa.
“Lakukan hidup dengan mimpi dan passion Anda masing-masing. Jangan mudah menyerah, jangan terganggu oleh hal-hal kecil yang menghambat fokus. Terus maju untuk Indonesia,” tuturnya.




