Valen DA7 Dikecam karena Bawakan Lagu Plagiat di Konser Sampang
KABAR MADURA | Konser Valen DA7 yang berlangsung di Sampang mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sampang, Moh. Iqbal Fathoni. Sorotan itu disampaikan melalui unggahan video berdurasi 2 menit 43 detik di akun TikTok pribadinya, @bung.fafan, pada Sabtu (14/2/2026).
Bung Fafan, sapaan akrabnya, menyampaikan kekecewaannya lantaran lagu yang dibawakan dalam konser itu diduga merupakan hasil penjiplakan dari karya lain. Dia menilai hal itu sangat disayangkan, terlebih Madura dikenal memiliki banyak talenta dan seniman lokal yang mampu melahirkan karya orisinal dengan kualitas yang tidak kalah baik.
“Mendapatkan gelar Pangeran Dangdut tapi Valen menyanyikan lagu plagiat saat konser di Sampang, ini sangat disayangkan. Seakan-akan Madura kehabisan seniman yang bisa menciptakan lagu-lagu Madura,” ujarnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menegaskan, Valen diharapkan dapat menjadi role model bagi penyanyi-penyanyi di Madura. Menurutnya, Valen memiliki talenta luar biasa, suara yang bagus, kemampuan menciptakan lagu, serta musikalitas yang tidak diragukan.
“Kita lihat sebelum konser di Indosiar misalnya; sering lewat di beranda TikTok, dia sering memberikan masukan dengan band-bandnya, berarti dia benar-benar mampu. Tapi sangat disayangkan ketika dia menyanyikan lagu-lagu plagiat,” tegasnya Bung Fafan.
Dalam konser tersebut, Valen membawakan sejumlah lagu yang pernah ia nyanyikan saat berkompetisi di ajang Dangdut Academy 7 yang tayang di Indosiar. Di antaranya “Kali Merah Athena” dan “Jangan Tunggu Lama-Lama” yang sebelumnya sukses menarik perhatian publik dan dewan juri. Selain itu, pemilik nama lengkap Achmad Valen Akbar itu juga menyanyikan lagu berjudul “Pepe Kalompang” yang ikut memeriahkan suasana konser dan disambut antusias oleh penonton.
Lebih lanjut, Bung Fafan mencontohkan polemik antara Ahmad Dhani dan Ariel NOAH terkait persoalan hak cipta dan royalti. Menurutnya, menyanyikan lagu orang lain tanpa izin saja sudah memiliki konsekuensi hukum berupa kewajiban membayar royalti, apalagi jika sampai mengubah lirik tanpa persetujuan pencipta aslinya.
“Saya berharap Valen sadar akan itu, sebagai seniman besar yang dipuja-puji. Jangan sampai hadir dengan lagu-lagu plagiat,” tegasnya.
Meski demikian, Bung Fafan tetap menyampaikan apresiasi kepada Valen dan pihak event organizer (EO). Dia berterima kasih karena dalam konser itu Valen turut bersalawat sesuai dengan permintaan para ulama setempat.
Dia pun berharap, ke depan kegiatan hiburan di Sampang dapat menjadi wadah untuk mengangkat dan mengapresiasi karya-karya asli putra daerah. Penyelenggara acara diminta lebih selektif dalam menentukan materi pertunjukan serta memberikan ruang yang lebih besar bagi musisi lokal untuk tampil dengan karya orisinal mereka. (sub/zul)




