Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta Jamin Keamanan Kuliner di Pasar Tradisional dengan Laboratorium Mini
Yogyakarta, TEMPO.CO - Musim liburan seringkali menarik perhatian wisatawan untuk menjelajahi pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta, di mana mereka dapat menemukan kuliner khas yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern. Untuk memastikan keamanan makanan yang dijual di pasar-pasar ini, Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan layanan baru bernama Pojok Tes Kit.
Pojok Tes Kit merupakan layanan laboratorium mini mobile yang bertujuan untuk mendeteksi secara cepat berbagai bahan pangan yang dicurigai mengandung zat berbahaya, seperti boraks, formalin, dan rodhamin. Layanan ini dapat diakses oleh masyarakat serta wisatawan yang ingin memeriksa kualitas makanan yang akan mereka beli.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar, menjelaskan, "Masyarakat bisa langsung melakukan pengecekan kualitas bahan pangan secara mandiri di Pojok Tes Kit ini." Layanan ini telah mulai beroperasi di Pasar Prawirotaman, yang terletak di Jalan Parangtritis, dan dalam waktu dekat juga akan tersedia di Pasar Beringharjo di Jalan Malioboro.
Ambar menambahkan bahwa sebanyak 29 pasar tradisional di Yogyakarta akan dilengkapi dengan layanan deteksi dini makanan secara bertahap. Pelaksanaan layanan ini juga dikoordinasikan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat.
Urgensi deteksi dini pangan di pasar tradisional dan modern disampaikan Ambar menyusul hasil inspeksi pada tahun 2022, di mana masih ditemukan bahan berbahaya yang beredar di pasaran. Salah satu contohnya adalah kerupuk puli yang ditemukan dengan total berat mencapai 687,5 kilogram di salah satu pasar tradisional.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menekankan pentingnya keamanan pangan, terutama mengingat Yogyakarta adalah destinasi wisata utama bagi pengunjung domestik dan memiliki banyak pusat oleh-oleh. "Dengan predikat sebagai kota wisata, salah satu indikator penting adalah perlindungan konsumen, termasuk dalam konteks wisata kuliner," ujarnya.




