SMA A. Wahid Hasyim Raih Juara 2 EBL 2026 Setelah Pertandingan Ketat
Sumber Foto: Tebuireng Online
Olahraga

SMA A. Wahid Hasyim Raih Juara 2 EBL 2026 Setelah Pertandingan Ketat

Tebuireng.online— Tim Basket SMA A. Wahid Hasyim menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 kategori SMA putra dalam ajang Elite Basketball League Season 3 yang digelar di GOR Merdeka Jombang.

Kompetisi tersebut berlangsung pada 2–16 Februari 2026 dan diikuti oleh total 62 tim dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/Academy hingga SMA. Rinciannya terdiri dari 8 tim SD/Academy, 14 tim SMP putri, 16 tim SMP putra, 9 tim SMA putri, dan 15 tim SMA putra.

Tim basket SMA A. Wahid Hasyim diperkuat oleh Moch. Habiburrohman Al Asad (XI-1), M. Zahid Hibatulloh (XI-1), M. Rafiif Arabiyyu Muannas (XI-1), Resya Maulana Atho’illah (XI-2), Raihan Ikhsanul Zhafran (XI-3), M. Rasya Putra Hasanudin (XI-3), Thoriq Al Faridzi Dzulfikar Wibowo (XI-4), Tomi Hadi Winata (X-1), Maulana Azka Rafie (X-2), Jazmi Naufal Zhafir (X-3), Rivaldi Aditya (X-5), dan Raul Alimul Farras Asadullah (XI-5).

Salah satu perwakilan tim menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, perasaan saya dan rekan tim sangat bersyukur atas apa yang telah kami raih selama mengikuti kompetisi ini, karena SMA A. Wahid Hasyim adalah salah satu sekolah swasta dan pondok pesantren di Jombang yang bisa sampai menyaingi sekolah-sekolah negeri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pertandingan paling berat terjadi pada babak final saat berhadapan dengan SMAN 2 Jombang. Pada laga tersebut, tim SMA A. Wahid Hasyim menerapkan strategi fast break atau serangan cepat yang disesuaikan dengan karakter pemain.

“Strategi kami di final adalah fast break karena kami bertipe pemain pelari. Yang paling penting adalah kerja sama tim, keyakinan bahwa kita bisa, dan kepercayaan kepada rekan satu tim,” katanya. Meski tampil maksimal, tim SMA A. Wahid Hasyim harus puas di posisi kedua setelah kalah dengan skor 52–58.

Persiapan menuju kompetisi dilakukan secara intensif. Selain latihan rutin ekstrakurikuler, tim juga menjalani latihan tambahan sebanyak tiga kali dalam sepekan selama sekitar satu setengah bulan, diselingi latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan pemain.

Selama turnamen berlangsung, tantangan utama yang dihadapi tim adalah rasa grogi dan kurang percaya diri saat menghadapi lawan dengan postur tubuh lebih besar. Kondisi tersebut diatasi dengan saling memberi dukungan dan menanamkan keyakinan bahwa pertandingan masih bisa dimenangkan.

Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak sekolah, mulai dari perizinan meninggalkan pelajaran, pulang lebih awal untuk istirahat, penyediaan transportasi, konsumsi, hingga izin kehadiran suporter pada babak semifinal dan final.

“Kunci utama kami bisa meraih prestasi ini adalah mengikuti arahan pelatih, memiliki mental yang kuat, dan keyakinan untuk memenangkan setiap pertandingan,” ungkapnya.

Tim basket SMA A. Wahid Hasyim berharap dapat terus berkembang, mengikuti kejuaraan dengan level yang lebih tinggi, serta melahirkan generasi atlet basket yang berprestasi agar kejayaan basket SMA A. Wahid Hasyim terus berlanjut.