Sheila On 7 Siap Menghibur Malang Setelah Tujuh Tahun
MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Pecinta musik Tanah Air khususnya band legendaris Sheila On 7 yang ada di Malang Raya ayo merapat! Pasalnya Sheila On 7 akan konser lagi di Kota Malang. Terakhir, band yang populer era 90 an ini menggelar konser di Kota Malang pada 7 tahun yang lalu.
Lewat “Poliponi Si Paling Konser” yang akan digelar 20 Juni 2026 mendatang di Lapangan Rampal Malang, Sheila On 7 akan hadir menyirami kerinduan pecinta musik Kota Malang.
Konser ini digagas sebagai ruang temu lintas generasi dan lintas warna musik, menghadirkan pengalaman konser terbaik sekaligus megah bagi para penikmat musik tanah air. Ini dijelaskan Selasa (24/2) sore tadi dalam Poliponi konferensi pers yang menghadirkan Adam Subarkah dari Sheila on 7 bersama jajaran performer yang akan tampil lainnya.
Erwin Wibowo, co-founder Letralive selaku Promotor Konser Poliponi menjelaskan Poliponi, yang berarti “banyak suara dalam satu harmoni”.
“Jadi ini merepresentasikan semangat keberagaman musikal dalam satu panggung kolaboratif. Konser ini tidak hanya menampilkan musisi papan atas, tetapi juga merayakan dinamika komunitas, kreativitas, serta energi khas Malang sebagai kota pendidikan dan budaya,” tegas Erwin.
Ia menambahkan, dengan latar terbuka di Lapangan Rampal, Poliponi dirancang sebagai pengalaman konser outdoor yang imersif yang menggabungkan tata panggung megah, kualitas tata suara premium,
serta kurasi line-up yang kuat secara emosional dan musikal. Penyelenggaraan konser ini diharapkan dapat memberikan pengalaman terbaik dalam mengapresiasi musik serta memberikan suguhan konser musik yang baik dan benar agar audience benar benar menikmati musik sesungguhnya.
Poliponi akan menghadirkan deretan musisi nasional yang sudah sangat dikenal dan
mempunyai basis penggemar yang solid. Line-up yang telah dikonfirmasi adalah: Sheila on 7,
Barasuara, Fiersa Besari, dan Coldiac.
Sheila On 7 sebagai penampil utama, seperti yang telah diketahui, terakhir pentas di Malang sekitar 7 tahun yang lalu. Kehadirannya kali ini akan mengobati kerinduan para Sheila Gank kota Malang dan Jawa Timur pada umumnya.
Kemudian penampil lainnya yang juga ditunggu adalah Barasuara. Singlenya yang viral d
film Sore “Terbuang Dalam Waktu” telah menjadi anthem di beberapa kota besar di
Indonesia. Di Poliponi, single ini akan bisa dinyanyikan bersama.
Setelah hiatus, penyanyi ini kembali menyemarakkan pentas musik Tanah Air.
Fiersa Besari juga akan membawakan kembali lagu-lagunya yang lama tak terdengar. Coldiac, band
kebanggaan asal Malang ini ikut bergabung di Poliponi untuk merayakan musik bersama
penampil yang lain, untuk warga Malang dan sekitarnya.
Selain mereka, masih ada beberapa penampil besar lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Kehadiran para musisi ini mencerminkan semangat “polifoni” — berbagai warna, energi, dan
pendekatan musikal yang bersatu dalam satu panggung harmoni.
Menurut Ari Wulu, Creative Director Poliponi, Poliponi akan hadir dengan konsep
yang segar.
“Penonton Poliponi akan menyaksikan sebuah konser musik dengan tata suara yang benar, dan pertunjukan visual cahaya yang menyatu dengan musik yang dibawakan oleh para penampil,” jelas Ari Wulu.
Pemilihan Malang sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal
memiliki basis penikmat musik yang solid dan militan, serta sejarah panjang dalam
melahirkan dan merawat ekosistem kreatif yang progresif. Poliponi diharapkan menjadi
momentum penting bagi pergerakan industri pertunjukan musik di Jawa Timur pada
pertengahan tahun 2026.
Radita Kus Kus Hartono, Operational Director Poliponi juga menambahkan bahwa Kota Malang sebagai destinasi wisata, Malang mempunyai banyak ragam atraksi wisata alam dan kuliner yang digemari anak muda serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Kehadiran Poliponi dapat menjadi stimulan untuk mendukung kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Malang.
“Malang mempunyai potensi wisata yang cukup besar berdampingan dengan kota wisata lain di Indonesia, seperti Jogja, Bali, Bandung, dan sebagainya. Banyaknya mahasiswa dan
pelajar yang belajar di Malang, membuka kemungkinan pengembangan ekonomi berbasis
kreatif. Harapan kami, Poliponi bisa menjadi salah satu pendorong peningkatan ekonomi




