Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Segera Penuhi Rekomendasi DPD untuk Lindungi HAM
Sumber Foto: Yayasan Pusaka Bentala Rakyat
Nasional

Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Segera Penuhi Rekomendasi DPD untuk Lindungi HAM

Darurat Kemanusiaan di Papua: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden RI Segera Laksanakan Seluruh Rekomendasi DPD Asal Papua

Selasa, 17 Februari 2026 | 4 minggu yang lalu | admin_YPBR

Pendekatan keamanan yang terus dikedepankan oleh Pemerintah Republik Indonesia di seluruh Wilayah Tanah Papua telah menelan korban di berbagai pihak. Mulai dari anggota TNI-Polri maupun anggota TPN PB serta masyarakat sipil baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non OAP. Setidaknya, sepanjang tahun 2018-2024, 368 orang meninggal dan hanya di tahun 2005, lebih dari 10.261 warga sipil mengungsi (jumlah itu belum termasuk jumlah pengungsi dari tahun 2018 sampai tahun 2024). Semuanya berujung pada tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan di Indonesia.

Konflik bersenjata di Papua memiliki akar persoalan politik antara Pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua. Pasal 46 UU Nomor 2 Tahun 2021 telah mengatur mekanisme penyelesaiannya yaitu pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Tujuan KKR dimaksudkan agar melakukan klarifikasi sejarah Papua untuk pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta merumuskan dan menetapkan langkah-langkah rekonsiliasi.

Sama halnya Pasal 45 UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang pembentukan Komisi HAM Papua dan Pengadilan HAM di Papua. Namun, sejak tahun 2001 sampai tahun 2026 langkah tersebut tidak pernah dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Melihat berbagai fakta pelanggaran HAM di Papua, baik akibat praktik pengerahan pasukan dalam konteks operasi militer selain perang ilegal dan konflik bersenjata antara TNI-Polri versus TPN PB berdampak serius pada keselamatan masyarakat sipil OAP maupun non OAP. Termasuk kebijakan proyek strategis nasional (PSN) yang berdampak serius pada pelanggaran Hak Masyarakat Adat Papua. Menyikapi situasi darurat kemanusiaan tersebut beberapa Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Amnesty International Indonesia, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Persatuan Gereja Gereja Indonesia (PGI), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Greenpeace, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Komisi Orang Hilang (Kontras), Asian Justice and Rights (AJAR) dan individu lainnya yang tergabung dalam Rumah Solidaritas Papua melaksanakan audiensi dengan Pimpinan dan Anggota DPD RI asal Papua untuk membahas terkait dengan Kondisi HAM di Papua.

Dari berbagai persoalan pelanggaran HAM akibat pendekatan keamanan yang melahirkan konflik bersenjata di Papua yang berdampak pelanggaran HAM bagi masyarakat sipil yang berada disekitarnya. Termasuk didalamnya masalah Pengungsi akibat Konflik bersenjata di Papua, Persoalan Pelanggaran Hak Masyarakat Adat akibat pengembangan PSN dan juga penegakan Hukum dan HAM di Papua serta berbagai persoalan lainnya dibahas dalam audensi yang digelar pada tanggal 9 Februari 2026 di Gedung DPD RI.

Dari hasil pertemuan Rumah Solidaritas Papua dengan pimpinan dan anggota DPD RI asal Papua, diperoleh beberapa poin rekomendasi yang diterbitkan sesuai dengan isu yang dibahas. Secara khusus berkaitan dengan isu konflik bersenjata terdapat 2 (dua) poin rekomendasi yang disampaikan kepada Pemerintah yaitu :

1. Menetapkan Tanah Papua sebagai wilayah Konflik Bersenjata Non-Internasional berdasarkan Hukum Humaniter Internasional sehingga para pihak yang berkonflik wajib mematuhi Hukum Humaniter Internasional (HHI);

2. Menata ulang semua operasi militer TNI berdasarkan HHI dan UU No. 3/2025 tentang Perubahan UU No. 34/2004 tentang TNI dan mengeluarkan Kepres tentang OMSP demi mencegah eskalasi konflik bersenjata dan ancaman keselamatan warga sipil dan Meminta untuk menggunakan pendekatan hukum terhadap dinamika politik di seluruh Tanah Papua untuk menghindari jatuhnya korban dan trauma masyarakat sipil di Tanah Papua.

Sementara itu, berkaitan dengan isu pengungsi akibat konflik bersenjata diberikan 3 (tiga) rekomendasi sebagai berikut :

1. Meminta Pemerintah Pusat dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) untuk menepati Hukum Humaniter Internasional dengan membuka koridor kemanusiaan bagi lembaga-lembaga kemanusiaan dalam negeri dan internasional, khususnya Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk melakukan aksi tanggap darurat dan pemulihan bagi penanganan pengungsi Papua yang berada di Papua Niugini, pengungsi internal korban konflik bersenjata dan warga terdampak lainnya di seluruh Tanah Papua;

2. Meminta Pemerintah Pusat untuk mendukung Pemerintah di Tanah Papua dalam memulihkan fasilitas layanan publik beserta sumber daya manusia dan perlindungan terhadap tenaga pendidikan dan kesehatan di wilayah-wilayah pasca terjadinya konflik;

3. Mengundang Kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan penanganan pengungsi untuk melaksanakan Rapat Kerja dengan DPD RI dalam penanganan pengungsi internal.

Selain itu, berkaitan dengan isu Masyarakat Adat Papua diberikan 2 (dua) rekomendasi sebagai berikut :

1. Meminta Pemerintah untuk menghentikan PSN di Tanah Papua dan menghormati perangkat hukum negara yang melindungi eksistensi Masyarakat adat, hak milik, kesejahteraan, keselamatan, masa depan serta pelibatan masyarakat Papua dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan;

2. Meminta pemerintah pusat untuk berkomitmen terhadap warwah perlindungan hak-hak masyarakat adat papua sebagaimana diatur pada Pasal 43 Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2021;

Berkaitan dengan rekomendasi terkait penegakan hukum dan HAM ada 3 (tiga) poin yang disampaikan yaitu :

1. Meminta aparat penegak hukum untuk memastikan proses penegakan hukum yang efektif melalui Pengadilan HAM di lingkungan peradilan umum untuk kasus kekerasan terhadap warga sipil, termasuk kekerasan terhadap pembela HAM;

2. Meminta Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian HAM, untuk segera membentuk Komisi HAM dan Pengadilan HAM berkedudukan di Papua untuk mengusut kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua sesuai pasal 45, UU No. 2 Tahun 2021;

3. Mendorong kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM untuk mengundang dan membuka kunjungan para pelapor situasi HAM di Papua guna melakukan verifikasi status KBNI dan dampaknya terhadap warga sipil di Tanah Papua.

Ironisnya, baru beberapa hari pasca Audiensi Rumah Solidaritas Papua dengan DPD RI berlangsung dan melahirkan beberapa rekomendasi untuk dijalankan Pemerintah, pendekatan keamanan masih terus dikedepankan. Korban kembali berjatuhan sebagaimana yang terjadi dalam peristiwa penembakan terhadap anggota TNI di areal PT. Freeport Indonesia pada tanggal 11 Februari 2026 dan Peristiwa Penembakan Terhadap Pilot dan Kopilot di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel pada tanggal 11 Februari 2026. Berdasarkan situasi di atas, semestinya Pemerintah belajar dari kesalahan agar nyawa rakyat tidak terus dikorbankan. Pemerintah harus kembali fokus menjawab akar persoalan ketidakadilan dan pelanggaran HAM di Papua. Pembelajaran penyelesaian konflik sebagaimana yang Pemerintah Republik Indonesia pernah lakukan di Timor Timur maupun di Aceh perlu dilakukan pada konflik di Papua.

Berdasarkan pada uraian di atas maka kami berbagai Lembaga Advokasi dan Individu yang tergabung dalam Rumah Solidaritas Papua tegaskan kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera :

1. Mengeluarkan Kepres yang memberlakukan Hukum Humaniter Internasional di Tanah Papua sehingga status operasi militer di seluruh Tanah Papua memiliki legalitas yang diakui secara nasional dan internasional;

2. Memerintahkan Kementerian HAM untuk segera mewujudkan Komisi Pelurusan Sejarah, Komisi HAM, dan Pengadilan HAM di Tanah Papua sesuai UU Otonomi Khusus untuk dapat menangani pelanggaran HAM di Papua dan segera mencari solusi perdamaian atas konflik politik antara Indonesia dengan Papua demi melindungi HAM di Papua;

3. Perintahkan Kementerian dan Kepala Daerah masing-masing untuk menangani seluruh pengungsi akibat konflik bersenjata di Papua;

4. Menghentikan Proyek Strategis Nasional di Papua yang telah melanggar Hak Masyarakat Adat Papua;

5. Laksanakan seluruh rekomendasi DPD RI asal Papua demi melindungi HAM OAP dan Non OAP di wilayah Papua.

Demikian siaran pers ini dibuat, atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan banyak terima kasih.

Bagikan berita ini

Berita Lainnya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 3 hari yang lalu

Sungai Warsamson Dijadikan Bendungan, Kiamat Bagi Masyarakat Adat Moi

Selengkapnya

Kamis, 5 Maret 2026 | 2 minggu yang lalu

Stop PSN Penghancur Hutan: Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Proyek Pembangunan Jalan 135 km di Merauke

Selengkapnya

Minggu, 22 Februari 2026 | 3 minggu yang lalu

Dewan Gereja Papua dan KO MASI di Tanah Papua Serukan Pernyataan Sikap Kepada Pemerintah

Selengkapnya

Senin, 16 Februari 2026 | 4 minggu yang lalu

Masyarakat Adat Bubarkan Pertemuan Sosialisasi Perusahaan Kelapa Sawit PT Anugerah Sakti Internusa

Selengkapnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 1 bulan yang lalu

Masyarakat Adat Papua Ajukan Keberatan Atas Keputusan Menteri Kehutanan Merubah Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan

Selengkapnya

Rabu, 11 Februari 2026 | 1 bulan yang lalu

Catahu Pusaka 2025: Kenapa Tra Bunuh Kitong Satu Kali? Satu Tahun Perampokan Alam Papua

Selengkapnya

Selasa, 10 Februari 2026 | 1 bulan yang lalu

Mama Papua: Merawat yang Merawat

Selengkapnya

Minggu, 8 Februari 2026 | 1 bulan yang lalu

Mama Alowisia: Merawat Hidup, Merawat Ingatan

Selengkapnya

Selasa, 3 Februari 2026 | 1 bulan yang lalu

“Kami Melepaskan Tanah, Lalu Kami Berhutang”: Suatu Kesaksian Masyarakat Adat Moi Hidup Bersama Kelapa Sawit

Selengkapnya

Senin, 2 Februari 2026 | 1 bulan yang lalu

Menolak Segala Kebijakan Perampasan Tanah Adat di Selatan Papua

Selengkapnya

Senin, 19 Januari 2026 | 2 bulan yang lalu

Mengecam Keras Penerbitan HGU: Keputusan dimaksud untuk Melayani Kepentingan Korporasi melakukan Perampokan Alam dan Privatisasi Tanah Adat di Papua Selatan

Selengkapnya

Rabu, 17 Desember 2025 | 3 bulan yang lalu

Presiden Prabowo Menyiapkan Bencana Bagi Papua

Selengkapnya

Kamis, 11 Desember 2025 | 3 bulan yang lalu

Masyarakat Adat dari Merauke Datang ke Bareskrim Polri untuk Beri Keterangan Dugaan Tindak Pidana Perkebunan PT MNM

Selengkapnya

Rabu, 19 November 2025 | 4 bulan yang lalu

Deklarasi KTT Rakyat Menuju COP30

Selengkapnya

Jumat, 7 November 2025 | 4 bulan yang lalu

Jauh Panggang dari Api: Negara Tidak Serius dalam Memenuhi, Memajukan, Menghormati dan Melindungi Hak Masyarakat Adat

Selengkapnya

Rabu, 5 November 2025 | 4 bulan yang lalu

Pejuang Lingkungan Vincent Kwipalo Pidanakan PT Murni Nusantara Mandiri Atas Tindak Pidana Perkebunan Di Mabes Polri

Selengkapnya

Selasa, 28 Oktober 2025 | 5 bulan yang lalu

Hentikan Kriminalisasi, Upayakan Regulasi Perlindungan Kepada MA, dan Pelibatan MA dalam Kebijakan Pembangunan

Selengkapnya

Selasa, 7 Oktober 2025 | 5 bulan yang lalu

Pandangan dan Kebijakan Kolonialis, Bertentangan dengan Konstitusi dan Cacat Hukum

Selengkapnya

Senin, 6 Oktober 2025 | 5 bulan yang lalu

Mengacak Hutan Demi Swasembada Pangan dan Energi

Selengkapnya

Rabu, 24 September 2025 | 6 bulan yang lalu

Vincen Kwipalo Melayangkan Somasi ke Perusahaan Perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri

Selengkapnya

Senin, 22 September 2025 | 6 bulan yang lalu

Mengecam Kebijakan Proyek Serakahnomics dan Pembiaran Pelanggaran HAM dan Lingkungan Hidup dalam PSN Merauke

Selengkapnya

Rabu, 17 September 2025 | 6 bulan yang lalu

Hentikan Perampasan Tanah Adat Atas Nama PSN Merauke!

Selengkapnya

Rabu, 17 September 2025 | 6 bulan yang lalu

Berdiri Sampai Hari Kiamat: Melindungi Tanah dengan Palang Adat dan Salib Merah

Selengkapnya

Senin, 15 September 2025 | 6 bulan yang lalu

Proyek Strategis Nasional: Mewujudkan Tuntutan Pasar dengan Meminggirkan Suara Rakyat

Selengkapnya

Selasa, 19 Agustus 2025 | 7 bulan yang lalu

Korban PSN Menguji Legitimasi Konstitusional Proyek Strategis Nasional

Selengkapnya

Senin, 18 Agustus 2025 | 7 bulan yang lalu

Kecemasan Terhadap Keberadaan Bataliyon Teritorial Pembangunan

Selengkapnya

Selasa, 5 Agustus 2025 | 7 bulan yang lalu

Menjadi Lebih Kuat: Spiritualitas Kristiani dan Misi Ilahi Penyelamatan Sosial-Ekologis | Wawancara Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru O.S.A

Selengkapnya

Jumat, 1 Agustus 2025 | 8 bulan yang lalu

Tren dan Pendorong Pembukaan Lahan di Papua 2024-2025

Selengkapnya

Selasa, 15 Juli 2025 | 8 bulan yang lalu

Tindakan dan Intensi Penghancuran Sumber Kehidupan Masyarakat Adat dan Penyiksaan Fisik maupun Psikis dalam PSN Merauke

Selengkapnya

Senin, 30 Juni 2025 | 9 bulan yang lalu

Seruan Profetik Lintas Agama: Menjaga Bumi, Menolak PSN yang Merusak Lingkungan dan Menggusur Rakyat

Selengkapnya

Selasa, 17 Juni 2025 | 9 bulan yang lalu

Respon Masyarakat Sipil Atas Tanggapan Pemerintah Terhadap Surat Sembilan Pelapor Khusus PBB Mengenai Proyek Strategis Nasional Merauke

Selengkapnya

Sabtu, 14 Juni 2025 | 9 bulan yang lalu

Negara Harus Mengusut Pelanggaran HAM serta Menindak Tegas Pelaku Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yuguru, Nduga, Papua Pegunungan

Selengkapnya

Kamis, 29 Mei 2025 | 10 bulan yang lalu

Wujudkan Keadilan bagi Pembela HAM Lingkungan

Selengkapnya

Kamis, 29 Mei 2025 | 10 bulan yang lalu

Politik Hukum Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Papua

Selengkapnya

Senin, 26 Mei 2025 | 10 bulan yang lalu

Aksi Aliansi Jaga Alam Raja Ampat: Tolak Ekspansi dan Eksploitasi Pertambangan Nikel

Selengkapnya

Sabtu, 17 Mei 2025 | 10 bulan yang lalu

Kembali Mengulang Kegagalan Food Estate

Selengkapnya

Senin, 12 Mei 2025 | 10 bulan yang lalu

Absennya Penerapan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua

Selengkapnya

Senin, 14 April 2025 | 11 bulan yang lalu

Mendesak Komnas HAM Menerbitkan Rekomendasi untuk Presiden Menghentikan PSN Merauke

Selengkapnya

Kamis, 27 Maret 2025 | 12 bulan yang lalu

Deklarasi Solidaritas Merauke

Selengkapnya

Kamis, 27 Maret 2025 | 12 bulan yang lalu

Pemimpin Masyarakat Adat Suku Betew dan Maya, Kabupaten Raja Ampat, Menolak Perusahaan Tambang Nikel PT Mulia Raymon Perkasa

Selengkapnya

Rabu, 19 Maret 2025 | 12 bulan yang lalu

Dari Merauke, Masyarakat Terdampak PSN Tolak Perampasan Tanah dan Ruang Hidup

Selengkapnya

Senin, 17 Februari 2025 | 1 tahun yang lalu

Proyek Strategis Nasional Mappi: Ancaman Baru Bagi Negeri Sejuta Rawa

Selengkapnya

Jumat, 24 Januari 2025 | 1 tahun yang lalu

Ambisi Babat 20 Juta Hektare Hutan: Undangan Terbuka bagi Bencana Ekologis dan Ancaman Ketahanan Nasional

Selengkapnya

Jumat, 2 Agustus 2024 | 2 tahun yang lalu

Proyek Strategis Nasional Pengembangan Pangan dan Energi Merauke Berpotensi Melanggar Hak Asasi Manusia dan Memperparah Krisis Ekologi

Selengkapnya

Jumat, 21 Juni 2024 | 2 tahun yang lalu

Prahara Ekologi

Selengkapnya

Kamis, 20 Juni 2024 | 2 tahun yang lalu

Ekspansi Industri Perkebunan Minyak Kelapa Sawit milik Keluarga Fangiono di Tanah Papua

Selengkapnya

Jumat, 7 Juni 2024 | 2 tahun yang lalu

Apresiasi Langkah Maju Pemda Sorong Selatan dengan Menetapkan Hak Masyarakat Adat dan Wilayah Adat

Selengkapnya

Selasa, 28 Mei 2024 | 2 tahun yang lalu

Suku Awyu dan Moi Gelar Aksi Damai di Mahkamah Agung, Serukan Penyelamatan Hutan Adat Papua

Selengkapnya

Kamis, 18 April 2024 | 2 tahun yang lalu

Perusahaan HTI PT Merauke Rayon Jaya di Kabupaten Boven Digoel, Diduga Melakukan Tindakan Melawan Hukum

Selengkapnya

Rabu, 20 Maret 2024 | 2 tahun yang lalu

Suku Awyu Melawan Perusahaan “Proyek Tanah Merah” hingga Mahkamah Agung

Selengkapnya

Kamis, 14 Maret 2024 | 2 tahun yang lalu

Pembela HAM Lingkungan Hidup dari Suku Awyu Ajukan Kasasi

Selengkapnya

Kamis, 14 Maret 2024 | 2 tahun yang lalu

Kebijakan Miring Demi Taikun Perusak Hutan

Selengkapnya

Jumat, 8 Maret 2024 | 2 tahun yang lalu

Akui dan Hormati Hak dan Peran Perempuan Mengelola dan Merawat Tanah dan Hutan

Selengkapnya

Jumat, 29 Desember 2023 | 2 tahun yang lalu

Hentikan Siklus Kekerasan di Tanah Papua

Selengkapnya

Jumat, 22 Desember 2023 | 2 tahun yang lalu

Amicus Curiae PUSAKA: Fatia – Haris Pembela HAM

Selengkapnya

Jumat, 3 November 2023 | 2 tahun yang lalu

Kami akan banding karena ini menyangkut hak-hak masyarakat adat Papua yang diabaikan

Selengkapnya

Senin, 30 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Koalisi Kampus untuk Demokrasi Papua: Perlu Ditinjau Kembali Perizinan PT Indo Asiana Lestari

Selengkapnya

Sabtu, 28 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Siapa Diuntungkan Proyek Strategis Nasional Papua

Selengkapnya

Sabtu, 28 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Akademisi Hukum Lingkungan IGAM Wardana: Hakim Harus Berani Menerapkan Prinsip Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Selengkapnya

Jumat, 27 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Pertimbangan Izin Sosial dan Penilaian Dampak Perubahan Iklim Suatu Keharusan

Selengkapnya

Jumat, 27 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Majelis Hakim PTUN Jayapura akan Memutuskan Gugatan Lingkungan Hidup Suku Awyu

Selengkapnya

Senin, 23 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Suku Awyu Ajukan Banding atas Gugatan Perubahan Iklim ke Pengadilan Tinggi TUN Manado

Selengkapnya

Selasa, 17 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Bangun Gerakan Dekolonisasi

Selengkapnya

Selasa, 17 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Konferensi Tenurial 2023: Krisis Agraria Perlu Diupayakan Bersama Seluruh Elemen

Selengkapnya

Selasa, 3 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Menagih Keseriusan Pemerintah Daerah dan Panitia MHA Sorong Selatan

Selengkapnya

Senin, 2 Oktober 2023 | 2 tahun yang lalu

Saksi Ahli: AMDAL Dokumen Awal yang Tidak Boleh Dilakukan Bersamaan Operasi Perusahaan

Selengkapnya

Rabu, 27 September 2023 | 2 tahun yang lalu

Laksanakan Reforma Agraria Sejati melalui 19 Langkah Perombakan Fundamental

Selengkapnya

Selasa, 26 September 2023 | 2 tahun yang lalu

Keadilan Bumi dan Masyarakat Adat

Selengkapnya

Kamis, 21 September 2023 | 2 tahun yang lalu

Pemimpin Masyarakat Adat Suku Wambon Kenemopte dan Afsya, Papua, Meminta Menteri Mengukuhkan 10 Hutan Adat

Selengkapnya

Rabu, 6 September 2023 | 3 tahun yang lalu

PTUN Jakarta Tolak Gugatan Perusahaan Sawit, Perjuangan Suku Awyu Menang

Selengkapnya

Selasa, 5 September 2023 | 3 tahun yang lalu

Kawal Sampai Menang: Majelis Hakim PTUN Jakarta Menolak Gugatan Perusahaan Sawit di Papua

Selengkapnya

Kamis, 31 Agustus 2023 | 3 tahun yang lalu

Memerkarakan HGU Korindo, Penguasa Sawit di Papua Selatan

Selengkapnya

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 3 tahun yang lalu

Organisasi Masyarakat Sipil Mendesak Pemerintah Mengambil Tindakan Menyelamatkan Masyarakat Adat Terdampak Krisis Iklim dan Pangan

Selengkapnya

Jumat, 11 Agustus 2023 | 3 tahun yang lalu

Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit

Selengkapnya

Senin, 7 Agustus 2023 | 3 tahun yang lalu

Audit Menyeluruh Bisnis Perusahaan Alamindo Group

Selengkapnya

Kamis, 3 Agustus 2023 | 3 tahun yang lalu

Duduk, Dengar, Diam dan Pulang

Selengkapnya

Rabu, 2 Agustus 2023 | 3 tahun yang lalu

Saksi Ahli: KLHK Berwenang Melakukan Penertiban Konsesi Perusahaan

Selengkapnya

Jumat, 28 Juli 2023 | 3 tahun yang lalu

Sidang Gugatan Lingkungan PTUN Jayapura: Masyarakat Adat Merasa Tertekan dan Terpaksa

Selengkapnya

Jumat, 21 Juli 2023 | 3 tahun yang lalu

Saksi dari Perusahaan Menyebutkan Suku Awyu Tidak Boleh Menjual Tanah Adat

Selengkapnya

Kamis, 20 Juli 2023 | 3 tahun yang lalu

Suku Moi Menghadang Raksasa Korporasi Kayu

Selengkapnya

Senin, 17 Juli 2023 | 3 tahun yang lalu

Solidaritas Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Mendukung Perjuangan Masyarakat Adat Awyu

Selengkapnya

Jumat, 7 Juli 2023 | 3 tahun yang lalu

Sidang Pembuktian Perdana Masyarakat Adat Menggugat Pemerintah Provinsi Papua

Selengkapnya

Jumat, 9 Juni 2023 | 3 tahun yang lalu

Gugatan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim di PTUN Jayapura: Menjaga dan Memelihara Hutan Primer Tersisa

Selengkapnya

Jumat, 19 Mei 2023 | 3 tahun yang lalu

Organisasi Lingkungan Menjadi Pengungat Intervensi Atas Gugatan Lingkungan yang Dilakukan Masyarakat Adat Papua

Selengkapnya

Kamis, 4 Mei 2023 | 3 tahun yang lalu

Siaran Pers : Dong Penjarakan Tong Pu Suara dan Pikiran

Selengkapnya

Selasa, 2 Mei 2023 | 3 tahun yang lalu

Mengkhawatirkan Situasi Konflik Bersenjata dan Ketidakamanan di Papua

Selengkapnya

Kamis, 13 April 2023 | 3 tahun yang lalu

Memajukan dan Mewujudkan Penghormatan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat Papua

Selengkapnya

Senin, 3 April 2023 | 3 tahun yang lalu

Senator Filep: Sudahkah DBH SDA Kehutanan Bermanfaat Bagi Masyarakat Adat Papua

Selengkapnya

Senin, 20 Maret 2023 | 3 tahun yang lalu

Hutan Malamoi Kembali Terancam oleh PT Sorong Global Lestari

Selengkapnya

Selasa, 7 Maret 2023 | 3 tahun yang lalu

Siaran Pers: Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Harus Hentikan Kriminalisasi Terhadap Pembela HAM

Selengkapnya

Rabu, 1 Maret 2023 | 3 tahun yang lalu

Kisah Orang Awyu Mencari Informasi

Selengkapnya

Kamis, 23 Februari 2023 | 3 tahun yang lalu

Perusahaan Korindo Gagal dalam Gugatan Intimidasi terhadap Organisasi Masyarakat Sipil

Selengkapnya

Senin, 13 Februari 2023 | 3 tahun yang lalu

Operasi PT Freeport Mencemari Lingkungan: Warga Diserang Penyakit dan Kematian Sungai

Selengkapnya

Sabtu, 24 Desember 2022 | 3 tahun yang lalu

Kekerasan di Mappi: Aparat Bertindak Represif dan Eksesif

Selengkapnya

Jumat, 9 Desember 2022 | 3 tahun yang lalu

Siaran Pers : Bupati Kabupaten Jayapura Tidak Memenuhi Janji untuk Mencabut Izin Usaha Perusahaan

Selengkapnya

Minggu, 4 Desember 2022 | 3 tahun yang lalu

Upaya Pembangunan Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya, Mengancam Hilangnya Hutan dan Tanah Masyarakat Adat Moi di Kabupaten Sorong

Selengkapnya

Kamis, 1 Desember 2022 | 3 tahun yang lalu

Sengkarut Menuntut Dana Bagi Hasil Migas

Selengkapnya

Kamis, 1 Desember 2022 | 3 tahun yang lalu

Surat Pernyataan: Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO): 19 Tahun Sudah Cukup!

Selengkapnya

Senin, 21 November 2022 | 3 tahun yang lalu

Politik Perizinan yang Merampas Hak Masyarakat Adat

Selengkapnya

Jumat, 18 November 2022 | 3 tahun yang lalu

Majelis Hukum Mahkamah Agung Harus Membuat Keputusan yang Adil Berpihak pada Masyarakat Adat dan Keberlanjutan Lingkungan Hidup

Selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2022 | 3 tahun yang lalu

Masyarakat Adat Awyu Gugat DPMPTSP Provinsi Papua Terkait Transparansi Informasi Perizinan

Selengkapnya

Minggu, 16 Oktober 2022 | 3 tahun yang lalu

Solidaritas dengan Alam

Selengkapnya

Minggu, 18 September 2022 | 3 tahun yang lalu

Gerakan Selamatkan Lembah Grime Nawa

Selengkapnya

Jumat, 9 September 2022 | 4 tahun yang lalu

Pertemuan Masyarakat Adat di Boven Digoel

Selengkapnya

Selasa, 6 September 2022 | 4 tahun yang lalu

Keadilan di Pengadilan dan Suara Masyarakat Adat

Selengkapnya

Jumat, 2 September 2022 | 4 tahun yang lalu

Keadilan di Pengadilan dan Suara Masyarakat Adat

Selengkapnya

Senin, 29 Agustus 2022 | 4 tahun yang lalu

Lumbung Pangan dan Riwayat Kegagalannya di Tanah Marind

Selengkapnya

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 4 tahun yang lalu

Perempuan Adat Memperjuangkan Keberlanjutan Kehidupan dan Lingkungan

Selengkapnya

Kamis, 25 Agustus 2022 | 4 tahun yang lalu

Belajar dari Pengalaman Suku Knasaimos

Selengkapnya

Rabu, 24 Agustus 2022 | 4 tahun yang lalu

Kawasan Sejuta Rawa Mappi: Kemandirian Pangan dan Food Estate

Selengkapnya

Senin, 1 Agustus 2022 | 4 tahun yang lalu

Konflik dan Penggundulan Hutan Meningkat di Papua

Selengkapnya

Jumat, 22 Juli 2022 | 4 tahun yang lalu

Masyarakat Adat di Lembah Grime Nawa Mendesak Bupati Cabut Izin PT PNM

Selengkapnya

Senin, 18 Juli 2022 | 4 tahun yang lalu

Rapat Paripuran DPRD Sorong Selatan Menetapakan Perda Pengakuan, Penghormatan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat

Selengkapnya

Jumat, 15 Juli 2022 | 4 tahun yang lalu

Bendungan Warsamson untuk Siapa

Selengkapnya

Sabtu, 9 Juli 2022 | 4 tahun yang lalu

Masyarakat Adat Namblong Keberatan: PT PNM Melanjutkan Penggusuran Hutan

Selengkapnya

Senin, 4 Juli 2022 | 4 tahun yang lalu

Motif Ekonomi Perdagangan Senjata Api dan Amunisi Ilegal di Tanah Papua

Selengkapnya

Minggu, 3 Juli 2022 | 4 tahun yang lalu

Sesat Pikir Hutan“Tidak Produktif”

Selengkapnya

Selasa, 28 Juni 2022 | 4 tahun yang lalu

SOS untuk Tanah Papua: Presiden Segera Batalkan Kebijakan DOB Papua

Selengkapnya

Minggu, 5 Juni 2022 | 4 tahun yang lalu

Koalisi OMS Menolak Skema Sertifikasi dipromosikan dalam Peraturan Anti Deforestasi Uni Eropa

Selengkapnya

Minggu, 5 Juni 2022 | 4 tahun yang lalu

Masyarakat Asli Malind Meminta Perusahaan Bertanggung Jawab Memulihkan Sumber Kehidupan Masyarakat

Selengkapnya

Sabtu, 28 Mei 2022 | 4 tahun yang lalu

Integritas Investor: Bangun Bumi Papua Proyek

Selengkapnya

Kamis, 19 Mei 2022 | 4 tahun yang lalu

Perusahaan Kelapa Sawit Menggusur Hutan di Kabupaten Sorong

Selengkapnya

Senin, 25 April 2022 | 4 tahun yang lalu

Pemberian Izin Perusahaan Sawit PT PNM Melanggar Ketentuan Adat

Selengkapnya

Jumat, 22 April 2022 | 4 tahun yang lalu

Pesan Singkat Hari Bumi

Selengkapnya

Senin, 18 April 2022 | 4 tahun yang lalu

Surat Terbuka: Mendesak Bupati Sorong Selatan Menetapkan Panitia Masyarakat Hukum Adat

Selengkapnya

Selasa, 12 April 2022 | 4 tahun yang lalu

Aksi Aliansi Menuntut Majelis Hakim PTUN Jayapura Tidak Menerima Gugatan Perusahaan

Selengkapnya

Selasa, 15 Maret 2022 | 4 tahun yang lalu

Press Release: Perusahaan Kertas Korea Menjarah Hutan Hujan Terakhir sembari mengklaim operasinya ramah lingkungan

Selengkapnya

Rabu, 9 Maret 2022 | 4 tahun yang lalu

Lindungi Hutan dan Masyarakat Adat: Cabut Izin PT Permata Nusa Mandiri

Selengkapnya

Sabtu, 12 Februari 2022 | 4 tahun yang lalu

Mahasiswa Papua Demonstrasi Meminta Hentikan Pengunaan Aparat Militer untuk Bisnis Tambang Blok Wabu

Selengkapnya

Kamis, 3 Februari 2022 | 4 tahun yang lalu

NCP Korea Gagal Memulihkan Hak Masyarakat Adat yang Kehilangan Hutan by Admin Pusaka Februari 3, 2022

Selengkapnya

Sabtu, 29 Januari 2022 | 4 tahun yang lalu

Pemerintah Harus Proaktif Menindaklanjuti Putusan Sanksi Pencabutan Izin Perusahaan

Selengkapnya

Selasa, 18 Januari 2022 | 4 tahun yang lalu

Gereja Mengajak Memberikan Penghargaan yang Tinggi Terhadap Ciptaan Allah

Selengkapnya

Rabu, 5 Januari 2022 | 4 tahun yang lalu

Perusahaan Menggugat, Masyarakat Adat Membela Bupati Sorong Selatan

Selengkapnya

Senin, 20 Desember 2021 | 4 tahun yang lalu

Praktik Monopoli dan Deforestasi di Kabupaten Teluk Bintuni

Selengkapnya

Rabu, 15 Desember 2021 | 4 tahun yang lalu

KIBAS Menuntut Pertanggungjawaban Dampak Multidimensi Atas Kabut Asap di Kalimantan Tengah

Selengkapnya

Jumat, 3 Desember 2021 | 4 tahun yang lalu

Siaran Pers: PT Inti Kebun Lestari Sinilai Melanggar Berbagai Kewajiban

Selengkapnya

Jumat, 26 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Siaran Pers: Lindungi Perempuan Adat Pembela HAM dan Lingkungan di Papua

Selengkapnya

Minggu, 21 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Surat Terbuka: Meminta Presiden RI Menarik Pasukan Non Organik dari Papua

Selengkapnya

Minggu, 21 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Perjuangan Keadilan Masyarakat Adat Marafenfen

Selengkapnya

Minggu, 21 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Perempuan Adat Sorong Selatan: Meminta Pemerintah Melindungi dan Menghormati Hak Perempuan Adat Papua

Selengkapnya

Kamis, 18 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Siaran Pers: Majelis Hakim PTUN Jayapura Wajib Memperhatikan Sikap Masyarakat dan Memenuhi Keadilan

Selengkapnya

Selasa, 16 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Perusahaan Tidak Mematuhi Kewajibannya

Selengkapnya

Senin, 15 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Dialog Bermartabat Menuju Pemecahan Masalah di Tanah Papua secara Beradab

Selengkapnya

Senin, 15 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Siaran Pers: Masyarakat Adat Papua di Kabupaten Sorong Selatan Menekankan Perlunya Keterlibatan Masyarakat dalam Proses dan Penyusunan Kebijakan Daerah

Selengkapnya

Minggu, 7 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Food Estate Papua Ancaman Terhadap Hutan Papua

Selengkapnya

Jumat, 5 November 2021 | 4 tahun yang lalu

Perjuangan Gelek Malak Kalawilis Pasa

Selengkapnya

Jumat, 15 Oktober 2021 | 4 tahun yang lalu

Siaran Pers: Hasil Sidang Adat Malamoi Menolak Kehadiran Perusahaan Sawit

Selengkapnya