Pojok Kopi Pintar: Inisiatif Literasi Desa Sumerta Kelod di Tengah Pandemi
Di tengah situasi pandemi COVID-19, anak-anak di Desa Sumerta Kelod, Denpasar, menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mengikuti kegiatan di Perpustakaan Desa. Kegiatan ini menggambarkan kerinduan mereka untuk bertemu dengan teman sebaya setelah sekian lama terpisah.
Dalam suasana yang berbeda dengan sekolah formal, anak-anak tidak mengenakan seragam, melainkan baju sehari-hari, dan beberapa di antaranya mengenakan udeng, penutup kepala khas Bali. Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat; masker diwajibkan, cuci tangan dengan sabun sebelum memasuki ruangan, serta penyediaan hand sanitizer. Tempat duduk diatur untuk menjaga jarak, dan waktu kegiatan dibatasi maksimal 2-3 jam.
Pojok Kopi Pintar
Pustaka Desa, yang juga dikenal sebagai Pojok Kopi Pintar, merupakan inisiatif yang dihadirkan oleh Kepala Desa Sumerta Kelod, I Gusti Ketut Anom Suardana. Nama 'Pojok Kopi Pintar' diambil dari lokasi perpustakaan yang berada di sudut kompleks Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sumerta Kelod.
Di dalam Pustaka Desa, tersedia berbagai koleksi buku yang mencakup kategori anak-anak, dewasa, dan orang tua. Buku-buku ini aktif dipindahkan dari rak setiap hari; buku-buku yang dipinjam akan dikembalikan ke rak pada sore hari oleh petugas.
Tujuan dan Harapan
Kepala Desa menjelaskan bahwa tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mendidik karakter anak-anak sejak usia dini. Melalui Pustaka Desa yang telah ada sejak tahun 2016 dan Pojok Kopi Pintar yang baru berdiri dua minggu lalu, diharapkan dapat meningkatkan budaya membaca di kalangan masyarakat.
“Kita ingin mengubah pola pikir anak-anak agar tidak hanya pergi ke mall atau jalan-jalan, tetapi juga berkunjung ke pustaka desa untuk mendapatkan edukasi,” ujarnya. Untuk mewujudkan misi ini, Kepala Desa telah menjalin kerja sama dengan lima sekolah dasar dan dua sekolah menengah atas/kejuruan, serta STIKOM.
Minat Baca yang Meningkat
Suardana menambahkan bahwa minat baca anak-anak di Desa Sumerta Kelod mengalami peningkatan. Hal ini terlihat saat Pustaka Desa ditutup selama pandemi, banyak anak yang merindukan aktivitas di sana. Pustaka Desa juga difungsikan sebagai tempat bagi civitas akademika yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di mana mereka mengajarkan Bahasa Inggris, menggambar, serta melatih anak-anak dalam membuat dan membagikan masker.
Saat ini, Pustaka Desa Sumerta Kelod sedang bersiap untuk mewakili Provinsi Bali dalam lomba tingkat nasional sebagai yang terbaik di provinsi tersebut.
Koleksi dan Fasilitas
Kepala Perpustakaan, Wira, menyebutkan bahwa koleksi buku di Pustaka Desa sudah mencapai sekitar seribu buku. Masyarakat juga dapat menyumbangkan buku melalui bank buku yang ada, di mana buku-buku tersebut akan disortir dan diberi penomoran oleh petugas.
Pustaka Desa memiliki tiga pojok baca, yaitu Pojok Baca Anak, Pojok Baca Remaja, dan Pojok Kopi Pintar. Pojok Baca Anak dilengkapi dengan permainan edukatif untuk mengasah kemampuan anak usia dini. Fasilitas di Pustaka Desa dirancang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan dan WiFi, untuk menarik minat baca masyarakat.
“Kami juga bekerja sama dengan STIKOM agar warga dapat mengakses buku dari rumah tanpa harus datang ke perpustakaan. Koleksi buku dapat diakses secara daring, meskipun saat ini masih terbatas untuk lingkungan Sumerta Kelod,” tutupnya.




