Pakistan Serukan AS dan Iran untuk Jaga Perdamaian Regional
Sumber Foto: ANTARA News Sulteng
Internasional

Pakistan Serukan AS dan Iran untuk Jaga Perdamaian Regional

Kanal News Day - Istanbul (ANTARA) - Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merusak perdamaian dan stabilitas regional.

"Konflik yang kembali memanas bukan keuntungan bagi siapa pun," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan padai Rabu (8/7), menegaskan"keprihatinan mendalam" atas kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Islamabad menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan apa pun yang dapat semakin merusak perdamaian dan stabilitas regional.

“Tidak ada alternatif selain keterlibatan, dialog, dan diplomasi yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan bersama perdamaian di kawasan ini," kata Kemlu Pakistan.

Pakistan juga mendesak kedua belah pihak untuk menjunjung tinggi komitmen masing-masing berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad (MoU), yang tetap menjadi landasan abadi untuk pemahaman, saling menghormati, dan kemakmuran bersama bagi kawasan dan sekitarnya.

Pada 17 Juni, Iran dan AS menyepakati nota MoU yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer yang dimulai setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Teheran pada Februari.

Kementerian tersebut menyatakan kesediaan Pakistan untuk terus memainkan perannya sebagai mediator damai dalam konflik ini.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan Rabu pagi bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi militer AS di Timur Tengah, termasuk Pelabuhan Salman, dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat militer AS mengatakan telah melakukan serangan baru terhadap Iran, menghantam lebih dari 80 target—sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa ia tidak percaya perang dengan Iran akan dimulai lagi.