Obligasi Iklim Dukung Penguatan Data Cuaca di COP30
Darilaut – Inovasi pendanaan iklim melalui Obligasi Dampak Observasi Sistematis atau Systematic Observations Financing Facility (SOFF) menjadi bagian dari agenda aksi Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30.
Pendanaan untuk obligasi dampak iklim bertujuan memperkuat observasi sistematis planet ini dan membantu menutup kesenjangan kritis dalam data cuaca dan iklim.
Obligasi ini akan diumumkan dalam Agenda Aksi COP30 di Belem, yang didukung oleh Pemerintah Brasil sebagai Presidensi COP30.
Melansir siaran pers Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Program Lingkungan PBB (UNEP), instrumen keuangan perintis ini bertujuan memperkuat ketahanan dan peringatan dini di seluruh dunia mengupayakan kapitalisasi awal sebesar USD 200 juta hingga akhir tahun 2026.
Jika didukung, obligasi ini akan memungkinkan 30 Negara Terbelakang (LDC) dan Negara Kepulauan Berkembang Kecil (SIDS) untuk memenuhi persyaratan Jaringan Observasi Dasar Global (GBON) — standar internasional untuk observasi cuaca dan iklim yang mendasari setiap prakiraan cuaca, aksi iklim, dan sistem peringatan dini.
Pembiayaan berkelanjutan merupakan salah satu hambatan utama dalam pemeliharaan sistem peringatan dini dan observasi, yang penting untuk mempersiapkan dan merespons bahaya iklim.
Halaman 1 dari 4
1 2... 4
Tags: COP30 Data Cuaca Inger Andersen Prof. Celeste Saulo Sistem Peringatan Dini UNEP WMO
Bagikan Tweet Kirim Kirim
Previous Post
Bibit Siklon Tropis 97S Terletak di Selatan Pulau Sumbawa
Next Post
WHO: Krisis Iklim Itu Krisis Kesehatan, Lembaga Filantropi Janjikan $300 Juta Untuk Solusi
Postingan Terkait
Potensi Hujan Saat Peralihan Menuju Monsun Australia
1 April 2026
Waspada Peralihan Menuju Monsun Australia yang Bersifat Kering di Indonesia
1 April 2026
1.984 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2026 di UNG
Pendekatan Ilmiah Terpadu Sangat Penting Untuk Menjaga Keberlanjutan Terumbu Karang
Tiba di Gorontalo 21 ABK Nazila 05 Korban Kapal Tenggelam di Laut Maluku Menuju Minahasa Utara
Ekosistem Terumbu Karang Mengalami Tekanan Berat, Tutupan Turun 50%
Limbah Makanan Meningkat, Ratusan Juta Orang Menghadapi Kelaparan
21 ABK Nazila Korban Kapal Tenggelam di Laut Maluku Dibawa ke Gorontalo




