Menteng Tenggulun Ditetapkan Sebagai Sentra Kuliner Kampung Gotong Royong
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Menteng Tenggulun Ditetapkan Sebagai Sentra Kuliner Kampung Gotong Royong

Kanal News Day - JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan kumuh Menteng Tenggulun di Jakarta Pusat diubah menjadi sentra kuliner bertajuk Kampung Gotong Royong.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati mengatakan, pemilihan konsep wisata kuliner didasarkan pada potensi yang sudah ada di kawasan tersebut, di mana banyak warga berjualan makanan, terutama pada malam hari.

"Di sini tuh hampir setiap berapa rumah itu ada kuliner. Habis maghrib lebih banyak lagi tuh gitu ya," ujarnya saat meninjau Menteng Tenggulun, Selasa (24/02/2026).

Ke depan, akan dilakukan pendataan dan pemetaan jenis kuliner agar memudahkan pengunjung. Kawasan ini ditargetkan menjadi percontohan penataan permukiman padat berbasis ekonomi.

"Kita ingin bagaimana ini menjadi kawasan yang sebagai wisata kuliner. Jadi konsepnya adalah Kampung Gotong Royong," kata Sri.

Sementara Menteng Tenggulun dipilih sebagai objek penataan karena tingkat kemiskinan yang tinggi di daerah tersebut.

"Jadi berdasarkan data dari 10 RW yang ada di sini, 6 di antaranya itu adalah perumahan padat penduduk," kata Sri.

Lanjut Sri, meskipun Menteng dikenal sebagai daerah elite, mayoritas hunian di sana merupakan rumah tidak layak huni (RTLH) atau kawasan kumuh.

"Kita tahu Menteng biasanya adalah daerah elite gitu ya, tapi rumahnya dari 25.000 itu, hampir 5.000-nya saja yang ada di kawasan elite, selebihnya ada di kawasan yang padat penduduk," ujar Sri.

Penataan dilakukan melalui renovasi RTLH, pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga perbaikan lorong dan infrastruktur kawasan.

"Nanti akan ada 52 rumah yang direnovasi. Jadi rumah tidak layak huni, kita renovasi sehingga kemudian menjadi layak huni," ujar Sri.

Dari jumlah itu, sebanyak 23 unit merupakan rumah warga yang memiliki usaha. Selain itu, ada 10 UMKM lain yang rumahnya sudah layak, tetapi tetap akan mendapat pembinaan.

Sri menyebutkan, dari 52 rumah yang direncanakan direnovasi, 2 unit telah selesai diperbaiki. Sementara rumah lainnya masih dalam tahap perancangan desain, termasuk konsep penataan lorong yang akan dilengkapi mural dan pesan kebangsaan.

Selain itu, program juga mencakup pelatihan UMKM, literasi keuangan, akses pembiayaan melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), hingga pembangunan bank sampah agar warga memperoleh tambahan penghasilan.

Butuh Rp 5 Miliar

Program ini dibiayai melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate, Social, and Responsibility (CSR) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, hingga perbankan.