Marty Natalegawa Tekankan Kepentingan Nasional dalam Keanggotaan Dewan Perdamaian
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa menekankan pentingnya memastikan kepentingan nasional untuk menjadi pedoman utama dalam setiap keputusan politik luar negeri, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Marty menyampaikan apresiasi atas penjelasan Presiden Prabowo Subianto terkait konteks keputusan Indonesia bergabung dengan BoP. Dia mengatakan Presiden telah menegaskan bahwa kepentingan nasional akan menjadi landasan utama dalam keanggotaan Indonesia di BoP.
BACA JUGA: Kebijakan TKDN Terkait Kesepakatan Dagang dengan AS, Ini Penjelasan Pemerintah
"Tentunya ditegaskan kembali berulang kali bahwa kepentingan nasional lah yang akan menjadi pedoman kita dalam keanggotaan ini. Dan kami berkeyakinan bahwasanya bapak presiden akan senantiasa memperhatikan hal itu," ujar Marty di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026), seperti dikutip dari Antara.
Kehadiran Marty dan sejumlah mantan menteri luar negeri lainnya di istana adalah dalam rangka memenuhi undangan Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Marty menyatakan bahwa kondisi dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian dan ketidakadilan bukanlah hal baru yang dihadapi Indonesia.
Menurutnya, Indonesia telah puluhan tahun menghadapi situasi global serupa dan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, kata Marty, Indonesia memandang BoP sebagai bagian dari tindak lanjut resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya yang berkaitan dengan Gaza.
Lebih lanjut, Marty menegaskan, evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar keanggotaan Indonesia tetap sejalan dengan prinsip dan kepentingan nasional.
"Pandangan Indonesia adalah jelas yang tadi disampaikan bapak presiden bahwa ini bagian dari pelaksanaan resolusi PBB mengenai Gaza dan juga Indonesia akan terus-menerus mengevaluasi, akan terus-menerus mengedepankan kepentingan nasional kita," imbuhnya.




