Kolaborasi Pendidikan Digital Antara Sekolah dan Industri di Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pendidikan digital sekolah Cirebon dinilai belum sepenuhnya selaras kebutuhan industri. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan HIPMI Kota Cirebon, Arief Bagus Pranoto pelatihan digital memperkuat kompetensi guru dan siswa daerah.
Fasilitas digital sebagian sekolah sudah berkembang namun pemerataannya masih terbatas. Ketimpangan infrastruktur mempengaruhi kualitas pembelajaran digital di wilayah pinggiran kota.
“Sekolah perlu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri digital yang dinamis," ujarnya pada Senin, 16 Februari. Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lulusan muda.
Pelatihan guru menjadi fokus utama dalam penguatan kompetensi digital sekolah. Program pendampingan membantu guru memanfaatkan perangkat digital secara lebih efektif.
Ia menyebut dunia usaha membutuhkan lulusan adaptif terhadap perubahan teknologi yang cepat. Untuk itulah, kolaborasi sekolah dan industri dinilai mampu menjembatani kebutuhan kompetensi kerja.
Literasi digital siswa perlu diperkuat sejak usia dini melalui praktik. Pendekatan praktis membantu siswa memahami risiko dan manfaat teknologi digital.
“Kolaborasi industri dan sekolah mempercepat kesiapan sumber daya manusia digital, " ucapnya. Pernyataan itu menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha pendidikan. Ia menambahkan upaya pemerataan fasilitas digital terus didorong demi kualitas pendidikan setara. Transformasi pendidikan digital diharapkan memperkuat ekosistem industri kreatif daerah berkelanjutan.




