Sumber Foto: Mojok.co
Pojok Kanal
Kekurangan Banjir Kanal Timur yang Dialami Warga Jakarta Timur
Banjir Kanal Timur (BKT) merupakan salah satu infrastruktur penting di Jakarta Timur yang dibangun sejak tahun 2003. Kanal ini dikenal sebagai tempat rekreasi dan olahraga, serta destinasi kuliner bagi warga sekitar. Meskipun BKT membawa sejumlah perubahan positif, terdapat beberapa kekurangan yang dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di perbatasan Bekasi.
Kekurangan Banjir Kanal Timur
- Pemeliharaan yang Kurang Optimal: Pada masa kepemimpinan Joko Widodo, BKT dikenal sebagai lokasi olahraga yang asri dan terawat. Namun, setelah pergantian pemimpin, pemeliharaan terhadap kanal ini mulai menurun. Meskipun ada beberapa bagian yang masih terlihat rapi, banyak area yang tidak terawat dengan baik, terutama di bagian tertentu seperti dari Pondok Kopi hingga Cakung.
- Penyalahgunaan Fasilitas: BKT yang seharusnya menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat, kini sering disalahgunakan. Beberapa aktivitas yang tidak pantas seperti penyewaan kuda di area taman menambah kesan bahwa BKT bukan lagi tempat yang ideal untuk berolahraga atau bersantai. Kehadiran pasangan yang berpacaran di malam hari juga menimbulkan kesan negatif terhadap suasana kanal.
- Tidak Ramah Pejalan Kaki: Meskipun BKT dirancang untuk kegiatan olahraga, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pejalan kaki sering kali terabaikan. Banyak pengguna sepeda, skateboard, dan skuter listrik yang tidak mematuhi aturan, mengakibatkan pejalan kaki merasa tidak nyaman. Di sisi selatan BKT, keberadaan sepeda motor yang lalu-lalang semakin mengurangi kenyamanan bagi pejalan kaki.
Secara keseluruhan, Banjir Kanal Timur memiliki sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Masyarakat yang telah melihat perkembangan kanal ini dari awal merasa terjebak dalam hubungan yang penuh cinta dan benci. Harapan akan perbaikan dan perhatian lebih terhadap BKT menjadi harapan bagi warga Jakarta Timur.




