Kejaksaan Agung Dapat Dukungan Publik, Jaksa Semangat Tingkatkan Kinerja
Sumber Foto: ANTARA News
Hukum

Kejaksaan Agung Dapat Dukungan Publik, Jaksa Semangat Tingkatkan Kinerja

“Saya tidak pernah bicara bahwa kejaksaan berhasil begini, bahwa kejaksaan telah begini. Saya persilakan hasil pekerjaan saya, masyarakatnya akan menilai,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Jakarta (ANTARA) - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan bahwa hasil survei yang menunjukkan Kejaksaan RI termasuk dalam lembaga yang dipercaya masyarakat, menjadi trigger atau pemacu bagi insan Korps Adhyaksa untuk semakin semangat bekerja.

“Bagi kami (hasil survei) adalah men- trigger (memacu) lebih semangat lagi untuk bekerja, bahwa masyarakat menilai kami positif pekerjaannya,” katanya di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu.

Burhanuddin mengatakan bahwa dalam bertugas, Kejaksaan tidak mencari prestasi peringkat. Namun, ia mempersilakan masyarakat untuk menilai hasil kerja Kejaksaan.

“Saya tidak pernah bicara bahwa kejaksaan berhasil begini, bahwa kejaksaan telah begini. Saya persilakan hasil pekerjaan saya, masyarakatnya akan menilai,” katanya.

Hasil kerja itu, ujar dia, menorehkan catatan yang baik dalam berbagai survei.

“Ini sudah berjalan sekitar dua tahun, kami bertengger di nomor tiga terus. Di urutan ketiga dalam urutan institusi yang ada. Tetapi, khusus penegak hukum, kami sudah empat tahun ini adalah paling dipercaya,” katanya.

Karena itu, menurut dia, hasil survei yang baik tersebut akan menjadi pemacu bagi para jaksa untuk bekerja lebih baik bagi masyarakat.

Diketahui, hasil survei dari lembaga riset Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 ini menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung menempati peringkat ketiga lembaga yang paling dipercaya publik.

Adapun peringkat pertama dan kedua masing-masing ditempati oleh TNI dan Presiden. Sementara itu, peringkat keempat dan seterusnya ditempati oleh Mahkamah Konstitusi (MK), pengadilan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedangkan lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, merupakan lembaga yang menempati peringkat terbawah dari survei lembaga yang dipercaya.

Survei tersebut dilaksanakan terhadap 1.220 responden dalam kurun 15-21 Januari 2026.