Jatim Raih Peringkat Lima TKA Nasional, Dindik Fokus Pemetaan Kesenjangan Pendidikan
Kabar Daerah – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional menempatkan Jawa Timur (Jatim) di peringkat kelima secara nasional. Penilaian ini merupakan akumulasi rata-rata hasil TKA seluruh siswa dari semua sekolah di masing-masing daerah, dan tidak berkaitan dengan seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNBP maupun SNBT.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari adanya perbedaan hasil akademik antarwilayah di Jatim. Kesenjangan itu turut memengaruhi nilai rata-rata provinsi secara keseluruhan.
“Kalau kita melihat memang di Jawa Timur ini ada perbedaan di antara berbagai wilayah. Inilah yang menjadi agak rentan nilainya, sehingga mempengaruhi nilai yang lain,” ujar Aries, Sabtu (10/1/2026).
Meski berada di peringkat lima nasional, Aries menegaskan bahwa capaian akademik siswa di banyak sekolah Jatim sebenarnya tergolong tinggi. Sejumlah daerah bahkan mencatatkan hasil TKA di atas rata-rata provinsi.
“Ada beberapa wilayah yang tinggi, seperti Malang dan Surabaya. Memang ada beberapa yang agak rendah,” katanya.
Menurut Aries, hasil TKA menunjukkan bahwa secara umum siswa Jawa Timur memiliki kesiapan akademik yang cukup baik. Namun, data tersebut perlu dimaknai sebagai bahan pemetaan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai penilaian individual atau kesalahan pihak tertentu.
“Hasil ini mengartikan bahwa anak-anak kita sebenarnya sudah siap. Ke depan, kita harus memetakan potensi dari hasil TKA ini, mana yang perlu di-upgrade melalui proses pembelajaran,” ucapnya.
Ia menegaskan, hasil TKA justru menjadi dasar evaluasi sistem pendidikan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda.
“Ini bukan soal salah siapa. Ini mengartikan bahwa kita harus mengubah cara belajar dan proses mendidik anak-anak agar hasilnya lebih maksimal,” kata Aries.
Sebagai tindak lanjut, Dindik Jatim telah menggelar rapat koordinasi dan pemetaan internal bersama seluruh jajaran dinas pendidikan pada 5 Januari 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk merumuskan strategi perbaikan pembelajaran berbasis data TKA.
“Tahun ini kami optimis karena tema kami adalah pendidikan berdampak. Tidak ada langkah pejabat, kepala sekolah, atau guru yang tidak berdampak pada proses pendidikan itu sendiri,” tandasnya.
Dindik Jatim menargetkan pemetaan kesenjangan pendidikan antarwilayah ini mampu memperkuat kualitas pembelajaran secara lebih merata, sehingga capaian akademik siswa Jawa Timur ke depan semakin kompetitif di tingkat nasional.
Simak juga video berikut:
(Direpost dari Berita Jatim /Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)
Bagikan Tulisan




