Industri Hiburan Indonesia Siap Tembus Pasar Global Melalui Digitalisasi
waktu baca 2 menit
Jakarta (ANTARA) - Transformasi digital yang masif mendorong industri hiburan Indonesia memasuki babak baru mulai dari musik, film, hingga gim.
Karya kreatif anak bangsa tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan sebagai medium diplomasi budaya yang memperkenalkan identitas Indonesia ke kancah global.
CEO GDP Venture, Martin Hartono, mengatakan bahwa untuk dapat bersaing di pasar internasional, Indonesia perlu membangun kolaborasi lintas sektor yang solid antara teknologi, data, dan kreativitas. Ia menilai, negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan menjadi contoh sukses berkat konsistensi dalam menjaga kualitas dan fokus pada pengembangan jangka panjang.
“Saya berharap kita bisa bergerak bersama. Indonesia punya potensi yang besar. Budaya kita kaya, penuh warna, dan punya sudut pandang unik. Tinggal bagaimana kita lebih percaya diri bahwa kita mampu,” ujar Martin dalam acara GDP Power Lunch: Membangun Percakapan Global Lewat Entertainment, di Jakarta, Rabu.
Melalui jaringan perusahaan serta kemitraan global, GDP Venture berupaya membuka akses pasar bagi pelaku industri kreatif Indonesia. Di antaranya melalui kerja sama dengan platform musik 88rising serta sejumlah distributor film di Amerika Serikat dan Inggris.
Baca juga: Kolaborasi dan inovasi dorong suksesnya industri hiburan di Indonesia
“Kami ingin membuka jalan agar industri kreatif Indonesia lebih berani dan percaya diri melangkah ke pasar global,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Data Officer Lokadata.id, Suwandi Ahmad, menyampaikan bahwa meningkatnya konsumsi konten digital di kalangan muda menjadi peluang besar bagi pertumbuhan industri hiburan nasional. Berdasarkan data Lokadata.id (2025), sebanyak 95 persen anak muda Indonesia mendengarkan musik, 92 persen bermain gim di perangkat seluler, dan 89 persen menonton video melalui layanan over-the-top (OTT) setiap minggu.
“Hampir seluruh aktivitas hiburan generasi muda kini terpusat pada perangkat seluler. Musik, gim, dan video menjadi bagian dari keseharian mereka yang diakses secara digital,” jelas Suwandi.
Acara GDP Power Lunch yang mengusung tema “Membangun Percakapan Global Lewat Entertainment” ini menjadi ruang diskusi dan sinergi antar pelaku industri digital dan kreatif, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa ekosistem hiburan Indonesia memiliki kapasitas untuk menyuarakan nilai-nilai budaya lokal di tingkat global.
Baca juga: Danantara bidik industri hiburan, berpotensi tambah pendapatan RI
Baca juga: Board Game Indonesia: strategi menembus peta ekonomi kreatif dunia
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




