Generasi Muda Diimbau Tinggalkan Mental Inferior untuk Bersaing Global
Bengkulu (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin meminta generasi muda Indonesia meninggalkan mental inferior agar mampu bersaing di tingkat global.
“Masih tersisa budaya-budaya kolonial yang melekat kepada anak-anak muda kita sebagai orang yang inferior dan merasa di bawah, padahal saya sudah buktikan kita bisa bersaing,” kata Sultan saat menyampaikan motivasi kepada generasi muda di Bengkulu, Selasa.
Dia mengatakan pengalamannya berinteraksi dengan anak muda dari berbagai negara membuatnya yakin bahwa generasi Indonesia tidak kalah soal kemampuan dan keceriaan.
Menurut dia, persoalan utama justru terletak pada cara pandang yang masih menempatkan diri sebagai pihak yang lebih rendah dibanding bangsa lain.
Sultan menilai mental inferior harus dibuang jauh karena dunia saat ini sudah tanpa batas dan sangat terkoneksi melalui digitalisasi. Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, peluang bagi anak muda untuk berkembang terbuka lebih luas selama memiliki kepercayaan diri dan kemauan untuk merancang masa depan secara terencana.
Dia menekankan setiap pencapaian membutuhkan peta jalan yang jelas dan pengorbanan yang tidak sedikit. Tidak ada keberhasilan, menurut dia, tanpa melalui proses panjang yang diwarnai kerja keras, kelelahan, dan berbagai tantangan.
"Ada yang harus dibayar sebagai harga menuju tujuan," kata Sultan Bachtiar.
Menurutnya, generasi muda perlu mulai merancang masa depan dengan pendekatan yang disengaja, bukan sekadar mengalir tanpa arah. Perencanaan yang matang, lanjutnya, akan membantu anak muda menentukan target dan langkah konkret untuk mencapainya.
Pada kegiatan Dialog Green Demokrasi Indonesia bersama Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia dan para Generasi Z di Bengkulu, Sultan juga berbagi pengalamannya yang kini terhubung dengan jejaring internasional sebagai bukti bahwa latar belakang bukan penghalang untuk bersaing di tingkat dunia.
"Saya orang Bengkulu (yang juga lahir di pedesaan) sekolah di sini juga, tapi telah mampu berinteraksi dengan orang dan lembaga hampir di seluruh bagian dari belahan dunia. Tentu kalian juga harus lebih dari itu," katanya.
Dia menyebutkan siapapun dapat mencapai posisi strategis selama memiliki semangat, disiplin, dan desain karier yang jelas. Ia berharap generasi muda ke depan bisa melampaui pencapaiannya dengan memanfaatkan peluang global dan meninggalkan rasa rendah diri.




