DPRD Sumenep Soroti Kesenjangan Pembangunan Antara Daratan dan Kepulauan
Kanal News Day - RRI.CO.ID, Sumenep - Kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur masih terasa. Hingga saat ini, hingga saat ini, keluhan masyarakat soal masalah infrastruktur, pelayanan kesehatan dan pendidikan serta sektor lainnya masih menjadi keluhan yang mengemuka.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dulsiam, ketika menyampaikan pokok-pokok pikiran rakyat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbang) Rencana Kerja Pemeringag Daerah (RKPD) Sumenep 2027, di pendopo Kraton, Senin 29 Maret 2026.
”Sampai saat ini, yang kami rasakan pula masih ada kesenjangan pembangunan antara daratan dan Kepulauan,” ungkap Legislator asal Pulau Sapeken ini.
Ia menyampaikan, bahwa Sumenep tidak hanya wilayah daratan saja, tapi terdiri dari Pulau-Pulau. Ada 126 Pulau yang ada di wilayah Kepulauan Sumenep. ”Dan itu masih ada kesenjangan. Saya sebagai Pimpinan DPRD dari Kepulauan, merasakan bagaimana ketimpangan itu terjadi,” ujar Dulsiam.
Dulsiam mengingatkan, Musrenbangkab menjadi moment strategis untuk merumuskan kebijakan dalam perencanaan pembangunan daerah. Forum ini diharapkan dapat menjawab berbagai permasalah pembangunan dan keluhan aneka kebutuhan masyarakat Kepulauan.
”Ini (kesenjangan pembangunan Kepulauan, red) bisa menjadi perhatian serius khususnya di forum Musrenbangkab karena masyarakat di wilayah kepulauan memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan dan pembangunan,” ujarnya.
Musrenbangkab sendiri menjadi forum strategis dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan aspirasi masyarakat. Hasil dari forum ini diharapkan mampu menjadi landasan dalam penyusunan program kerja pemerintah daerah ke depan.




