Analisis Kesenjangan Pembangunan Ekonomi di Mojokerto
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Analisis Kesenjangan Pembangunan Ekonomi di Mojokerto

Kanal News Day - Apa itu kesenjangan pembangunan?

Kesenjangan pembangunan adalah kondisi di mana terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok masyarakat atau wilayah dalam hal akses terhadap sumber daya, kesempatan ekonomi, kualitas hidup, dan hasil pembangunan. Dalam konteks daerah, ini sering muncul sebagai perbedaan indikator antara wilayah perkotaan dan pedesaan, antara kelompok kaya dan miskin, ataupun antar sektor ekonomi yang berbeda.

Mojokerto terdiri dari Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto adalah salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki dinamika ekonomi dan pembangunan yang kompleks. Pertumbuhan ekonomi lokal, tingkat kesejahteraan masyarakat, dan indikator sosial lainnya menunjukkan bahwa pembangunan belum berlangsung secara merata. Menganalisis hal ini krusial untuk merancang kebijakan pembangunan yang efektif dan inklusif.

1. Pertumbuhan Ekonomi (GRDP)

Ekonomi Kota Mojokerto pada tahun 2023 mencapai Rp 8.038,66 miliar (current prices) dan tumbuh sebesar 2,79%. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya (5,56%), menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi.

Badan Pusat Statistik Kota Mojokerto

Sementara Kabupaten Mojokerto pada 2023 mencatat GRDP lebih besar dalam nominal (nilai miliaran) dan tumbuh 5,15%, sedikit lebih stabil dibanding kota.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah di kota dibanding kabupaten mencerminkan dinamika yang berbeda antara kawasan. Aktivitas industri mungkin tidak menyumbang sama antara wilayah perkotaan dan pedesaan, yang bisa menjadi salah satu cerminan kesenjangan struktural.

2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)