Schneider Electric Perkenalkan Lexium Cobot untuk Transformasi Digital Sektor F&B di Surabaya
Sumber Foto: Mobitekno
Teknologi

Schneider Electric Perkenalkan Lexium Cobot untuk Transformasi Digital Sektor F&B di Surabaya

Kanal News Day - Mobitekno – Industri makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) di Indonesia terus menunjukkan performa solid sebagai pilar utama sektor manufaktur nasional. Merespons dinamika pasar ini, pemimpin global di bidang teknologi energi, Schneider Electric, menggelar acara Innovation Talk di Surabaya (11/3/2026).

Forum strategis ini mempertemukan para pengambil keputusan guna membedah berbagai tantangan serta peluang transformasi industri melalui optimalisasi teknologi energi, otomasi, dan digitalisasi.

Rangkaian acara ini menargetkan pemangku kepentingan di berbagai sektor, termasuk hunian, gedung, pusat data, industri, dan infrastruktur, dengan Batam sebagai kota pembuka pada akhir Februari sebelumnya.

Katalis Pertumbuhan dan Tekanan Sektor F&B

Secara nasional, industri F&B memegang peranan krusial sebagai subsektor dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar dalam manufaktur Indonesia. Sebagai segmen industri Consumer Packaged Goods (CPG) yang paling dinamis, sektor ini sukses mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 6,38 persen sepanjang tahun 2025. Pencapaian tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang bertengger di level 5,11 persen.

Lonjakan positif ini mencerminkan eskalasi aktivitas produksi serta investasi di sektor manufaktur. Kondisi ini sekaligus mendorong para pelaku industri untuk berlomba mempercepat adopsi teknologi otomasi, memperluas digitalisasi, dan mengelola konsumsi energi secara lebih efisien demi menjaga daya saing di tengah ketatnya pasar.

Menurut Jonathan Kartawijaya, Managing Director PT Intidaya Dinamika Sejati selaku mitra OEM Schneider Electric, industri F&B kini berhadapan dengan tuntutan operasional yang tinggi. Pabrik harus mampu menggenjot produktivitas serta mempertahankan efisiensi energi dan keberlanjutan operasional di saat yang bersamaan.

Jonathan menambahkan bahwa perusahaan manufaktur kini makin giat mengintegrasikan data produksi demi meningkatkan visibilitas dan kontrol operasional. Langkah ini sangat vital untuk menjaga standar kualitas produk dan merampingkan proses kerja.

Pemerataan Transformasi Manufaktur di Daerah

Pusat-pusat ekonomi dan pertumbuhan industri di Indonesia kini makin meluas ke berbagai wilayah. Jawa Timur, dengan Surabaya sebagai episentrumnya, telah memantapkan diri menjadi salah satu pusat manufaktur nasional yang menjanjikan.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menyatakan bahwa ekspansi jangkauan Innovation Talk ke berbagai kota merupakan inisiatif strategis perusahaan. Hal ini ditujukan untuk memastikan proses transformasi digital dan transisi energi dapat berjalan merata di kalangan pelaku industri lintas wilayah.

Martin menegaskan bahwa Schneider Electric ingin hadir lebih dekat dengan para pelanggan di luar ibu kota untuk mendengarkan langsung tantangan operasional yang mereka hadapi. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat merancang solusi teknologi yang relevan dan presisi. Schneider Electric berkomitmen memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi energi yang menyokong peningkatan efisiensi, keandalan sistem pabrik, hingga pencapaian target keberlanjutan sektor industri.

Lexium Cobot: Cetak Biru Pabrik Terhubung

Kunci dari ketahanan industri modern adalah kemampuan perusahaan membangun pabrik masa depan. Konsep pabrik ini mengedepankan operasional yang terhubung secara digital, berbasis data, hemat energi, serta adaptif terhadap fluktuasi permintaan pasar. Sebagai jawaban atas kebutuhan inovasi tersebut, Schneider Electric memperkenalkan Lexium Cobot dalam forum di Surabaya ini.

Lexium Cobot merupakan robot kolaboratif generasi mutakhir yang dirancang khusus untuk bekerja berdampingan dengan manusia dengan tingkat keamanan dan presisi tinggi. Implementasi teknologi cerdas ini ditargetkan mampu mendongkrak efisiensi produksi, menambah fleksibilitas manufaktur, serta memangkas waktu henti (downtime) di lini operasional.

Sifatnya yang fleksibel membuat robot ini mudah diintegrasikan ke dalam ekosistem otomasi yang sudah ada untuk menangani tugas seperti perakitan, pick-and-place, pengemasan, hingga penanganan material.

Kecanggihan teknologi ini didemonstrasikan langsung melalui instalasi Robot Kopi. Demonstrasi ini memperlihatkan kolaborasi mulus antara manusia dan robot dalam meracik kopi dengan konsistensi dan presisi setara buatan barista profesional.

Kinerja solusi ini juga ditopang oleh perangkat lunak EcoStruxure Cobot Expert. Perangkat lunak ini memfasilitasi proses simulasi, pemrograman, dan pengujian pergerakan robot di ruang digital sebelum diimplementasikan ke lini produksi nyata.

Seluruh inovasi ini sejalan dengan visi Schneider Electric yang melibatkan lebih dari 160.000 karyawan dan satu juta mitra di lebih dari 100 negara. Dengan portofolio yang mencakup perangkat cerdas, sistem berbasis AI, dan arsitektur perangkat lunak, perusahaan terus mendorong ekosistem terbuka yang saling terhubung untuk meningkatkan kinerja industri F&B di tanah air.

Tags: Efisiensi Energi, Food & Beverage, industri manufaktur, Innovation Talk Surabaya, Lexium Cobot, otomasi industri, robot kolaboratif, Schneider Electric, transformasi digital