Peluang dan Tantangan Musisi Lokal di Era Digital
Sumber Foto: RRI.co.id
Teknologi

Peluang dan Tantangan Musisi Lokal di Era Digital

Kanal News Day - RRI.CO.ID,Kupang - Industri musik Indonesia tengah mengalami transformasi besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Kehadiran berbagai platform musik daring membuka peluang yang lebih luas bagi para musisi lokal untuk mempromosikan karya mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada label rekaman besar seperti pada era konvensional.

Dalam Wawancara Kupang Pagi di Pro 1 RRI Kupang Senin, 9 Maret 2026 Muhammad Dwiki D. Sastrawidjaja atau yang lebih dikenal Dwiki Dharmawan, musisi, pencipta dan komposer lagu Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan platform digital membuat akses distribusi musik menjadi lebih terbuka. Musisi dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, kini memiliki kesempatan yang sama dengan musisi di kota-kota besar untuk menjangkau pendengar di tingkat nasional bahkan global. Namun, di balik peluang tersebut, persaingan juga semakin ketat karena ribuan lagu baru dirilis setiap hari di berbagai layanan pengaliran musik.

Kreativitas dan orisinalitas dinilai menjadi kunci utama bagi para musisi untuk dapat bertahan dan menonjol di tengah derasnya arus tren musik global yang terus berubah. “Musisi dituntut untuk mampu menghadirkan karya yang autentik sekaligus relevan dengan selera pasar yang dinamis,” katanya.

Meski demikian, Dwiki mengatakan, sejumlah tantangan masih membayangi perkembangan industri musik di era digital. Salah satu isu yang sering muncul adalah perlindungan hak kekayaan intelektual serta sistem pembagian royalti yang adil bagi para pencipta lagu dan musisi. “Kurangnya pemahaman terhadap aspek hukum dalam industri musik kerap membuat musisi berada pada posisi yang lemah ketika menghadapi kontrak kerja maupun penggunaan karya tanpa izin,” ujarnya.

Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi juga menjadi faktor penting dalam membangun karier musik saat ini. Strategi pemasaran digital yang tepat dapat membantu musisi menciptakan komunitas penggemar yang loyal sekaligus meningkatkan angka pemutaran lagu secara organik di berbagai platform digital.

Dwiki juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar musisi serta pelaku industri kreatif lainnya untuk memperluas jaringan dan menciptakan inovasi baru. Kolaborasi dinilai mampu memperkuat ekosistem musik, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Dukungan dari pemerintah daerah menurut Dwiki, juga dianggap penting dalam pengembangan talenta musik lokal. Penyediaan ruang berekspresi serta penyelenggaraan festival musik secara rutin dapat menjadi wadah bagi para musisi muda untuk menampilkan karya mereka sekaligus memperkenalkan potensi musik daerah kepada publik yang lebih luas.

Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen dari pembelian album fisik menuju layanan berlangganan digital membuat musisi perlu mencari sumber pendapatan alternatif. Beberapa di antaranya melalui penjualan merchandise resmi, konser daring, hingga pengelolaan hak cipta secara mandiri agar hak ekonomi dari karya yang dihasilkan tetap terlindungi.

Oleh karena itu, pendidikan mengenai manajemen industri musik dinilai perlu diperkenalkan kepada para pelaku seni sejak dini. Dengan pemahaman bisnis yang baik, musisi tidak hanya fokus pada proses kreatif, tetapi juga mampu mengelola karier secara profesional dan terhindar dari kerja sama yang merugikan di masa depan.

Ke depan, industri musik Indonesia diprediksi Dwiki akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan platform digital. “Sinergi antara musisi, pelaku industri kreatif, serta dukungan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem musik yang sehat, transparan, dan memberikan kesejahteraan bagi para pelaku seni di tanah air,” katanya menegaskan. (DB)