Konser Slank di Bandung Dukung Musisi Lokal dan Ekonomi Kreatif
Sumber Foto: Monitorday
Hiburan

Konser Slank di Bandung Dukung Musisi Lokal dan Ekonomi Kreatif

Kanal News Day - Monitorday.com – Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi kedelapan di Prabuwangi Park Arcamanik, Bandung, Minggu, tidak hanya menjadi ajang nostalgia bagi Slank, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi akar rumput melalui pelibatan musisi lokal.

Bagi Slank yang kini diperkuat Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee, Kota Bandung memiliki makna tersendiri dalam perjalanan karier mereka. Kota ini menjadi saksi penampilan perdana formasi tersebut pada 1997 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), sebuah momen yang masih dikenang hingga kini.

“Gig pertama formasi Slank yang sekarang itu di Sabuga tahun 1997. Saya masih ingat waktu itu kami sampai mengecat rambut bersama Ivan,” kenang gitaris Slank, Ridho, saat konferensi pers menjelang konser.

Vokalis Slank, Kaka, mengatakan penampilan perdana formasi baru saat itu menjadi tantangan besar bagi para personel. Salah satunya Ridho yang harus mempersiapkan puluhan lagu untuk konser tersebut.

“Saat itu Ridho langsung mendapat PR mengulik sekitar 30 lagu untuk tampil di Bandung,” ujar Kaka.

Semangat nostalgia tersebut kemudian dipadukan dengan upaya memperkuat ekosistem musik lokal. Melalui konser ini, produsen rokok domestik HS menghadirkan line-up terbanyak sepanjang rangkaian tur, yakni sembilan grup musik, termasuk tiga musisi lokal Bandung yang diberi panggung khusus, yaitu DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko.

Manajer DT09, Reza, menilai kesempatan tampil bersama Slank menjadi ruang kolaborasi yang penting bagi regenerasi musisi independen yang tumbuh dari komunitas.

“Kami adalah grup musik yang lahir dari grassroot, dari tribun Persib dan komunitas Bobotoh. Kesempatan seperti ini sangat berarti bagi kami,” katanya.

Hal senada disampaikan pendiri sekaligus vokalis Stand Here Alone, Taufik Andryyansyah atau Mbenk. Penggemar Slank sejak era album PLUR (2004) itu mengaku bangga dapat berbagi panggung dengan band yang menjadi inspirasinya.

“Saya memang Slankers sejak lama. SHA juga punya alur darah Slank, jadi saya tidak mungkin melewatkan momen seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan Bandung dipilih sebagai salah satu kota penting dalam rangkaian tur karena memiliki potensi pasar yang besar sekaligus ekosistem musik yang kuat.

“Hal itu membuat Bandung menjadi salah satu pasar yang sangat potensial bagi penyelenggaraan tur ini,” kata Tessa.

Selain menghadirkan musisi lokal, konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour di Bandung juga dimeriahkan oleh sejumlah penampil lain, seperti Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, serta Mahalara.

Melalui perpaduan nostalgia, kolaborasi lintas generasi, dan pelibatan komunitas musik lokal, konser ini menjadi lebih dari sekadar hiburan. Agenda tersebut juga menunjukkan bagaimana panggung musik dapat menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku industri kreatif sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat akar rumput.