JECX Resmi Melantai di BEI, Raih Dana IPO Rp610 Miliar dengan Permintaan Oversubscribed 62,5 Kali
Sumber Foto: pasardana.id
Ekonomi

JECX Resmi Melantai di BEI, Raih Dana IPO Rp610 Miliar dengan Permintaan Oversubscribed 62,5 Kali

Kanal News Day - Oleh:

foto: YouTube IDX

Pasardana.id – PT Nitrasanata Dharma Tbk (Perseroan atau JEC), sebagai emiten ke-3 untuk mencatatkan sahamnya pada tahun 2026 di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), telah resmi mencatatkan saham perdananya pada hari ini dengan kode saham JECX.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, DR. Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K), menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam proses IPO Perseroan.

“Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien dan didukung oleh pengalaman serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata,” ujar Dr. Johan, Selasa (07/7).

Diketahui, dalam Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 487.983.500 saham biasa atau sebesar 15,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO, dengan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan tersebut terdiri dari 325.322.300 saham baru atau sebesar 10,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik DR. Dr. Waldensius Girsang, SpM(K) atau sebesar 5,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Melalui IPO ini, Perseroan menghimpun dana sebesar Rp609.979.375.000, yang terdiri dari Rp406.652.875.000 dari penerbitan saham baru Perseroan dan Rp203.326.500.000 dari penjualan saham divestasi.

Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar Perseroan pada saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.

Sepanjang masa penawaran umum, Perseroan memperoleh respon positif dari investor, yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak, posisi bisnis, serta prospek pertumbuhan JEC sebagai jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi di Indonesia dan hal ini telah tercermin berdasarkan tingkat permintaan/oversubscribed sebesar 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.

PT Nitrasanata Dharma Tbk atau yang dikenal sebagai JEC Eye Hospitals and Clinics, yang berawal dari Klinik Mata Jakarta pada tahun 1984 dan kemudian berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada tahun 1993, Perseroan kini hadir dengan identitas JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai representasi transformasi yang telahberkembang menjadi jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi dengan jangkauan nasional melalui 5 rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.

Sebagai penyedia layanan kesehatan mata dengan rekam jejak selama lebih dari 40 tahun, Perseroan menawarkan layanan komprehensif yang mencakup antara lain layanan kornea, lensa dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, layanan mata anak dan mata juling, myopia control, okuloplasti dan rekonstruksi, neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi mata, dry eye, trauma okuli, low vision, laboratorium, optik, serta layanan rawat inap pada fasilitas tertentu.

Adapun dana yang diperoleh Perseroan dari hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.

Salah satu fokus utama investasi Perseroan adalah pembangunan JEC BALI @ Sanur di KEK Sanur, Bali sebagai medical tourism, yang dipersiapkan sebagai klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital untuk menangkap peluang pertumbuhan layanan kesehatan mata di yang diharapkan dapat menjaring pasien dalam negeri hingga mancanegara.

Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek, David Agus, menyampaikan bahwa IPO Perseroan merupakan salah satu langkah penting bagi pengembangan industri layanan kesehatan di pasar modal Indonesia.

“Kami melihat IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk sebagai momentum penting bagi Perseroan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan rekam jejak JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, jaringan fasilitas yang terus berkembang, serta strategi ekspansi yang terarah, Perseroan memiliki posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri layanan kesehatan mata di Indonesia,” ujar David.

Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan berbasis continuum of care, melalui pengembangan layanan primer, sekunder, hingga tersier.

Strategi tersebut mencakup perluasan jangkauan layanan, pengembangan layanan subspesialistik, pemanfaatan teknologi medis terkini, serta transformasi digital yang terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efektivitas layanan.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, Perseroan juga terus memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, standar mutu layanan, keselamatan pasien, serta pengembangan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Perseroan telah memperoleh sertifikasi ISO 27001:2022 sebagai bagian dari pengelolaan keamanan informasi, termasuk data pasien dan data operasional, serta tengah menjalani proses untuk memperoleh sertifikasi Joint Commission International (JCI) Enterprise, setelah sebelumnya salah satu Rumah Sakit milik Perseroan yaitu RS Mata JEC @ Kedoya telah memperoleh akreditasi JCI tersebut sejak tahun 2014.