Hackathon PIDI x Digdaya Dorong Inovasi Digital untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali
Kanal News Day - DENPASAR, NusaBali.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menggelar Roadshow Sosialisasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – Hackathon x Digdaya di Universitas Warmadewa, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya talenta digital dan solusi teknologi yang siap diterapkan di industri, serta diikuti mahasiswa, komunitas digital, dan pelaku startup di Bali.
Direktur BI Bali, Indra Gunawan Sutarto, mengatakan digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali. Menurutnya, pada 2025, perekonomian Bali tumbuh sekitar 5,8 persen, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan menempati posisi kelima secara nasional. Pertumbuhan ini juga didukung inflasi yang terkendali di kisaran 2,90 persen, sedikit lebih rendah dibanding inflasi nasional.
“Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bali cukup berkualitas. Namun kami yakin ekonomi Bali masih bisa tumbuh lebih tinggi, bahkan menembus di atas 6 persen jika didorong pemanfaatan teknologi dan digitalisasi,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, PIDI – Hackathon x Digdaya dirancang untuk mempercepat lahirnya inovasi digital yang tidak hanya sebatas ide, tetapi juga siap diterapkan di dunia industri. Program ini merupakan kolaborasi antara BI, Otoritas Jasa Keuangan, serta berbagai asosiasi dan mitra strategis nasional.
Dalam program ini, sekitar 800 tim akan direkrut dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti pelatihan, mentoring, hingga business matching dengan industri. Dari proses seleksi, 80 tim terbaik akan melaju ke babak final yang dijadwalkan pada September 2026.
“Program ini tidak hanya kompetisi. Peserta juga akan mendapatkan pelatihan, coaching, hingga kesempatan mempertemukan solusi digital mereka dengan dunia industri,” tambahnya.
Selain mendorong inovasi, BI juga menekankan pentingnya literasi dan keamanan transaksi digital. Pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi edukasi masyarakat agar terhindar dari risiko seperti penipuan online dan penyalahgunaan data.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kerja Sama, Humas dan Kemahasiswaan Universitas Warmadewa, Agus Darma Yoga Pratama, menekankan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi sebagai kunci mencetak talenta digital yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi dan inovasi bukan hanya slogan. Talenta digital yang lahir dari program ini harus mampu menghasilkan solusi bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Perguruan tinggi siap mendukung melalui riset, pendampingan akademik, dan mendorong mahasiswa berpartisipasi aktif,” ujarnya.*may




