Anak Muda Karanganyar Diingatkan Waspadai Judi Online dan Pencucian Uang
Sumber Foto: VIVA Jogja
Hukum

Anak Muda Karanganyar Diingatkan Waspadai Judi Online dan Pencucian Uang

Kanal News Day - KARANGANYAR, VIVA Jogja - Maraknya judi online di kalangan anak muda menjadi alarm serius bagi aparat penegak hukum.

Selain memicu kerugian ekonomi pribadi, praktik ilegal ini disebut kerap beririsan dengan tindak pidana pencucian uang dan kejahatan finansial lain yang semakin sulit dilacak di era digital.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi publik Ngabuburit Hukum dan Ekonomi: Anak Muda Waspadai Money Laundry yang digelar di Hall Hotel Taman Sari, Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/2/2026) kemarin.

Forum ini menyoroti pergeseran wajah kejahatan ekonomi yang kini menyasar generasi muda melalui teknologi dan sistem keuangan modern.

Diskusi menghadirkan Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi, Kajari Karanganyar Era Indah Soraya, Perwakilan Bank Jateng Zulkifli Gayo, serta pakar tindak pidana pencucian uang Ardhian Dwiyoenanto.

Baca Juga

Dalam paparannya, Pujiyono menegaskan bahwa judi online bukan sekadar pelanggaran hukum ringan, melainkan sering digunakan sebagai pintu masuk untuk memutar uang hasil kejahatan agar terlihat legal.

“Judi online itu bukan berdiri sendiri. Di belakangnya sering ada pencucian uang, ada pengaburan asal-usul dana. Anak muda sering hanya dijadikan alat, tapi risikonya pidana,” tegasnya.

Ia menyebut, banyak generasi muda terjerat karena meminjamkan rekening pribadi, menerima aliran dana mencurigakan, atau tergiur imbalan cepat tanpa memahami konsekuensi hukumnya.

“Begitu rekening dipakai, tanggung jawab hukumnya melekat. Alasan tidak tahu hukum itu tidak menghapus pidana,” lanjutnya.

Pujiyono juga mengingatkan bahwa mobilitas sosial tidak dibangun melalui keberuntungan sesaat. Menurutnya, pendidikan dan peningkatan kapasitas diri tetap menjadi jalur paling rasional dan aman untuk memperbaiki taraf hidup.

“Kita ini bukan dari garis biru. Jangan berharap kaya instan. Sekolah, kuliah, tingkatkan kapasitas. Itu jalan yang sah dan bermartabat,” ujarnya di hadapan mahasiswa dan pemuda.

Ia menilai kegagalan memahami hal tersebut membuat sebagian anak muda mudah terperangkap dalam ekosistem kejahatan ekonomi yang kompleks.

Lebih jauh, Pujiyono menyoroti persoalan kebocoran kekayaan nasional akibat korupsi dan pencucian uang lintas negara. Ia menilai Indonesia sejatinya memiliki sumber daya alam yang cukup untuk menyejahterakan rakyat.